Monthly Archives: July 2017

e-Church? Gereja Dalam Pusaran Arus Dunia Digital (1)

Oleh: Sigit Darmawan

Perubahan dunia sedang berlangsung. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengintegrasikan bumi dalam sebuah komunitas global yang saling terhubung satu dengan yang lainnya, tanpa batasan waktu dan jarak. Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi telah menciptakan sebuah cara baru dalam kehidupan yang dikenal dengan e-life, yaitu sebuah kehidupan yang dipengaruhi ‘proses elektronik’ dari peralatan-peralatan media informasi dan komunikasi. Perubahan-perubahan ini telah membentuk sebuah masyarakat baru yang disebut sebagai Network Society. Masyarakat ini bercirikan multikultural dalam berbagai aktivitasnya. Proses globalisasi yang mentransformasikan kehidupan individu manusia dan komunitas masyarakat dunia ini, terus berlangsung secara cepat seiring dengan percepatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi itu.

Melalui teori evolusinya, Darwin pernah mengemukakan tentang “survival of the fittest”, maka di era digital yang ditandai dengan perubahan yang cepat dalam teknologi informasi dan komunikasi ini, maka berlakulah “survival of the fastest”. Hilbert dan Lopez, peneliti dari University of Southern California, mengidentifikasi perubahan teknologi informasi dan komunikasi saat ini dalam sebuah kecepatan eksponensial. Hanya diperlukan kurun waktu 14-34 bulan untuk terjadinya peningkatan kapasitas informasi dan telekomunikasi global sebanyak dua kali lipatnya.

Continue reading

e-Church? Gereja Dalam Pusaran Arus Dunia Digital (2)

Oleh: Sigit Darmawan

e-Relation Dan Penetrasi Gereja

Kebutuhan manusia yang hidup dalam jaman digital ini sangat berbeda dengan kebutuhan di jaman sebelumnya. Arus modernisasi dalam pola dan cara berkomunikasi yang begitu cepat, mengobah pola dan perilaku manusia yang serba cepat pula. Karena itu organisasi, termasuk gereja, yang lambat meresponi kebutuhan anggotanya akan semakin kewalahan dalam memenuhi apa yang diharapkan oleh mereka. Dan terjadilah gap dalam pelayanan organisasi kepada anggotanya.

Dalam dunia digital, keterpautan antara individu tercipta dalam sebuah pola interaksi melalui jejaring sosial yang menguat melalui kemajuan teknologi informasi ini. Jejaring ini melahirkan pertukaran informasi dan data yang secara cepat terjadi di antara masyarakat pengguna jejaring sosial, dan menciptakan hubungan-hubungan baru yang bisa positif maupun negatif. Pola komunikasi yang terbangun dalam dunia digital melalui jejaring sosial (milis, twitter, facebook, skype dan sebagainya) meskipun intens, tetapi tetap memiliki keterbatasan. Interaksi yang tanpa sentuhan hati, keterbukaan yang “terbatas” karena tidak akan mampu mengungkapan perasaan terdalam individu, pencitraan yang maya atau palsu menjadi sebuah model atau pola relasi yang kering.

Continue reading

e-Church? Gereja Dalam Pusaran Arus Dunia Digital (3)

Oleh: Sigit Darmawan

E-Sermon Dan Pendeta Google

Kemajuan internet telah memudahkan manusia dalam mencari informasi apa saja yang diperlukan dalam mencari jawaban terhadap berbagai persoalan manusia. Mesin pencari informasi, seperti Google, telah menjadi penolong bagi manusia dalam upaya mencari tahu hal-hal yang baru, mengkonfirmasi hal-hal yang menjadi kebingungan manusia, mencari jalan keluar dalam persoalan-persoalan manusia. Termasuk jawaban akan persoalan spiritual manusia. Dan untuk urusan spiritual ini, “Pendeta Google” telah menjadi penasihat yang dihandalkan bagi penggunanya. Bagaimana tidak. Seseorang bisa mengetik di papan keyboard komputernya yang terhubung internet dengan sebuah pertanyaan, “tips mengatasi depresi”, dan dalam sekejab mesin pencari akan memberikan sekian ribu (bahkan mungkin jutaan) tautan yang bisa menjadi alternatif jawaban bagi orang tersebut. Jawaban itu bisa menguatkan orang tersebut, tetapi bisa menghancurkannya.

Continue reading