Prof. Edia dan Inovasi Revolusioner Pewarna Alami: Gamaindigo


Oleh: Sigit Darmawan

Saya selalu kagum dengan para inovator yang mampu menginspirasi perubahan. Salah satunya adalah Prof. Edia Rahayuningsih dari Universitas Gadjah Mada. Dalam perjalanan saya ke Yogyakarta Jumat 28 Juni 2024 lalu, saya sempat bertemu beliau di kantornya: Gamaindigo. Dalam pertemuan singkat selama 1.5 jam itu, saya mendapatkan penjelasan tentang pewarna alami (natural dyes) yang bisa menjadi jawaban atas tantangan industri tekstil saat ini.

Gamaindigo adalah hasil penelitian panjang Prof. Edia dan timnya di UGM. Pewarna ini berasal dari limbah kayu merbau yang melimpah ruah dan belum termanfaatkan di Indonesia. Dengan metode ekstraksi yang ramah lingkungan, pewarna alami Gamaindigo menawarkan warna yang menawan dan tahan lama.

Saya terkesan bagaimana Prof. Edia menceritakan gagasan awal penelitiannya. “Kami ingin menciptakan pewarna yang tidak hanya mampu menghasilkan warna yang indah, tapi juga aman bagi lingkungan dan manusia,” katanya. Dan benar saja, Gamaindigo berhasil mencapai tujuan itu. Tanpa bahan kimia berbahaya, pewarna ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga aman digunakan dalam produk tekstil.

Dalam kunjungan tersebut, saya sempat melihat kain-kain yang diwarnai dengan Gamaindigo. Warna-warnanya sungguh memikat. Tidak kalah dengan pewarna sintetis yang selama ini mendominasi pasar.

Tidak hanya di industri tekstil, pewarna alami Gamaindigo juga akan mulai diterapkan di industri makanan. Harapannya tentu agar banyak pengusaha makanan lokal yang beralih ke pewarna alami ini. Mereka menyadari pentingnya menjaga kesehatan konsumen dan kelestarian lingkungan.

Namun, seperti halnya setiap inovasi, Gamaindigo juga menghadapi tantangan. Komersialisasi inovasi dari hulu ke hilir. Mencari pasar yang mau beralih ke pewarna alami, baik pasar lokal dan global. “Kami terbuka untuk bisa diakselerasi ke pasar. Kapasitas mudah ditingkatkan jika ada permintaan. Yang penting punya spirit sama agar kerjasamanya nanti sustain”, lanjut Prof Edia.

Prof. Edia bukan hanya seorang ilmuwan, tapi juga seorang visioner. Ia melihat jauh ke depan, memikirkan dampak dari setiap inovasi yang dihasilkan. “Kami ingin Indonesia dikenal sebagai asal dari pewarna alami di tingkat global”, tuturnya dengan penuh semangat. Dan saya yakin, dengan Gamaindigo, beliau telah memberikan sumbangsih yang luar biasa.

Pewarna alami ini bukan hanya tentang estetika semata, tetapi juga tentang keberlanjutan. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis yang berbahaya, Gamaindigo menawarkan alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan visi global untuk mengurangi jejak karbon dan menciptakan industri tekstil yang lebih berkelanjutan secara ekologis.

Gamaindigo adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam inovasi. Sebuah langkah kecil yang bisa membawa perubahan besar. Inilah revolusi yang kita butuhkan. Dan jawaban atas tantangan lingkungan dan kesehatan yang kita hadapi saat ini. Masa depan yang lebih hijau dan sehat ada di depan mata.

Leave a comment