Monthly Archives: July 2024

Masa Depan Kreativitas: Revolusi Regenerative AI

Oleh: Sigit Darmawan

Kreativitas adalah jiwa dari inovasi. Tanpa kreativitas, dunia akan terjebak dalam stagnasi. Namun, apa jadinya jika kreativitas tidak lagi hanya menjadi milik manusia? Apa jadinya jika mesin pun mampu menciptakan, berimajinasi, bahkan memperbarui dirinya sendiri? Inilah pertanyaan yang membawa kita ke tengah revolusi teknologi baru: regenerative AI.

Regenerative AI, atau kecerdasan buatan regeneratif, bukan sekadar lanjutan dari AI yang kita kenal. Ini adalah langkah besar dalam evolusi teknologi. AI tradisional dirancang untuk melakukan tugas-tugas spesifik berdasarkan data dan algoritma yang telah ditentukan.

Continue reading

Regenerative AI dan Konflik Etis: Menjelajahi Batas Baru

Oleh: Sigit Darmawan

Regenerative Artificial Intelligence adalah salah satu terobosan terbesar saat ini. Kecerdasan buatan yang mampu belajar, beradaptasi, dan menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Tapi, di balik potensi luar biasa ini, ada konflik etis yang muncul dari teknologi ini.

Pertama, masalah hak cipta. Ketika AI menciptakan karya seni atau musik, siapa yang memiliki hak atas karya tersebut? Apakah pemrogram yang merancang AI, perusahaan yang memilikinya, atau AI itu sendiri? Ini adalah wilayah abu-abu yang memerlukan regulasi yang jelas dan adil.

Di Juni 2024, BBC melaporkan bahwa perusahaan rekaman terbesar di dunia, Sony Music dan Universal Music Group, menuntut dua perusahaan start-up AI, Suno dan Udio, atas dugaan pelanggaran hak cipta.

Continue reading

Revolusi Digital dalam Pelayanan: Menjangkau Jemaat dengan Cara Baru

Oleh: Sigit Darmawan

Revolusi Digital dalam Pelayanan: Menjangkau Jemaat dengan Cara Baru

Kita sedang berada di zaman yang sangat berbeda. Zaman yang memaksa kita untuk berubah. Perubahan yang datang dari arah yang tidak pernah kita duga: revolusi digital.

Perubahan ini merambah ke segala lini kehidupan, termasuk dalam pelayanan Kristen. Di era digital ini, gereja-gereja ditantang untuk menjangkau jemaat dengan cara-cara baru yang lebih relevan dan efektif.

Di masa lalu, gereja adalah pusat kehidupan rohani masyarakat. Setiap Minggu, jemaat berkumpul di gedung gereja, mendengarkan khotbah, berdoa bersama, dan menikmati kebersamaan dalam komunitas.

Continue reading