Oleh: Sigit Darmawan

Selama pandemi COVID-19, banyak mata tertuju ke Pfizer. Bukan hanya karena mereka berhasil memproduksi vaksin dalam waktu singkat, tetapi juga karena mereka mampu menggerakkan perusahaannya dengan cepat di tengah kebutuhan dunia yang mendesak. Tapi apa rahasianya? Salah satu jawabannya ada di teknologi “Digital Twin”.
Pfizer tidak hanya menjadi sorotan karena inovasi medisnya, tetapi juga karena kemampuannya memanfaatkan teknologi untuk mempercepat proses produksi dan menjaga kualitas yang sempurna. Dan itulah yang menarik.
Pfizer telah lama menggunakan teknologi Digital Twin untuk memastikan setiap proses berjalan efisien dan konsisten. Tapi, apa tantangan yang mereka hadapi? Bagaimana mereka mengatasinya? Dan apa dampaknya bagi kinerja mereka? Industri farmasi adalah salah satu yang paling kompleks dan teregulasi di dunia. Proses produksinya membutuhkan ketelitian. Jika salah satu proses saja salah langkah, bisa kacau semuanya.
Pertama, Pfizer menghadapi proses produksi yang sangat rumit. Mereka tidak hanya memproduksi obat-obatan, tetapi juga vaksin yang memerlukan kondisi produksi sangat steril dan presisi. Kualitas adalah harga mati. Setiap kesalahan kecil bisa berarti jutaan dosis yang harus dibuang.
Lalu ada tekanan waktu. Dalam situasi seperti pandemi, seluruh dunia menunggu. Mempercepat produksi tanpa mengorbankan kualitas adalah tantangan besar bagi Pfizer. Bukan hanya soal berapa banyak yang bisa mereka hasilkan, tetapi juga seberapa cepat mereka bisa memastikan produk itu aman dan efektif.
Pengelolaan data juga menjadi tantangan lain. Industri farmasi menghasilkan ribuan hingga jutaan data dari setiap tahapan produksi. Tantangannya? Bagaimana mengelola, memproses, dan memanfaatkannya untuk mengoptimalkan produksi. Di sini, data bukan hanya catatan yang disimpan di server, tapi harus bisa dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan instan.
***
Di sinilah Digital Twin muncul sebagai solusi. Pfizer menciptakan model digital dari setiap proses produksi mereka—mulai dari mesin-mesin di pabrik hingga produk akhir yang siap dikirim.
Dengan Digital Twin, Pfizer bisa memonitor dan mensimulasikan seluruh proses produksi secara real-time. Jadi, sebelum mereka benar-benar memproduksi vaksin atau obat dalam jumlah besar, mereka bisa “menguji coba” segala sesuatunya secara digital terlebih dahulu. Ini membantu mereka menemukan potensi masalah sebelum masalah itu benar-benar muncul.
Contohnya, sebelum batch besar vaksin COVID-19 diproduksi, Pfizer menjalankan simulasi menggunakan Digital Twin. Mereka melihat bagaimana perubahan suhu, tekanan, atau bahan kimia bisa mempengaruhi hasil akhir. Ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mencegah kegagalan produk yang bisa merugikan jutaan dolar.
***
Apa dampak nyata Digital Twin pada Pfizer?
- Peningkatan efisiensi produksi: Waktu siklus produksi di pabrik Pfizer berkurang hingga 20-25%. Artinya, mereka bisa menghasilkan lebih banyak produk dalam waktu yang lebih singkat
- Pengurangan downtime: Dengan prediksi kerusakan mesin melalui Digital Twin, Pfizer berhasil menurunkan downtime peralatan hingga 30%.
- Penurunan biaya operasional: Mengurangi downtime dan meningkatkan efisiensi operasional berdampak langsung pada penurunan biaya. Pfizer melaporkan bahwa biaya produksi mereka berkurang hingga 15-20%. Penghematan ini diperoleh dari penggunaan bahan yang lebih efisien, pengurangan energi, dan waktu produksi yang lebih cepat.
- Percepatan Time-to-market: Salah satu dampak terbesar dari Digital Twin adalah bagaimana teknologi ini mempercepat peluncuran produk baru ke pasar. Dalam pengembangan vaksin COVID-19, Pfizer mampu mempercepat pengujian dan produksi hingga 30-40% lebih cepat dibandingkan metode tradisional.
- Konsistensi dan kualitas produk: Produk farmasi harus memenuhi standar kualitas yang sangat tinggi, dan Digital Twin membantu Pfizer memastikan bahwa setiap batch produk memiliki konsistensi yang sama. Hasilnya, Pfizer mampu mengurangi produk gagal atau cacat hingga 20-25%, menghemat jutaan dolar dalam prosesnya.
**
Apa yang bisa kita pelajari dari pengalaman Pfizer?
Pertama, inovasi teknologi seperti Digital Twin bukan sekadar tren, tetapi solusi nyata untuk masalah kompleks dalam industri. Pfizer membuktikan bahwa investasi dalam teknologi yang tepat bisa memberikan hasil yang signifikan—tidak hanya dalam efisiensi, tetapi juga dalam penghematan biaya dan percepatan produksi.
Kedua, data adalah aset yang tak ternilai. Digital Twin bukan hanya bekerja dengan simulasi semata, tetapi dengan data real-time yang dikumpulkan dari setiap tahap produksi. Data ini adalah bahan bakar yang memungkinkan Pfizer membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih akurat.
Ketiga, pelatihan karyawan sangat penting. Teknologi secanggih apapun tidak akan berguna tanpa dukungan dari orang-orang di lapangan. Pfizer memastikan bahwa setiap karyawan memahami bagaimana memanfaatkan teknologi ini dengan benar. Mereka berinvestasi dalam pelatihan dan membangun budaya digital di seluruh perusahaan.
Keempat, kolaborasi adalah kunci. Pfizer tidak bekerja sendiri. Mereka bekerja sama dengan mitra teknologi untuk memastikan bahwa implementasi Digital Twin berjalan dengan baik. Kolaborasi dengan penyedia platform IoT, cloud, dan teknologi sensor menjadi faktor penting dalam kesuksesan mereka.
Kesimpulan
Digital Twin telah mengubah cara Pfizer bekerja—dari mempercepat produksi hingga menjaga kualitas produk dengan lebih baik. Dalam dunia yang semakin terhubung dan serba cepat, teknologi ini memungkinkan Pfizer untuk bergerak lebih gesit dan lebih efisien.
Teknologi bukan lagi sebuah pilihan; ia adalah kebutuhan. Di era digital ini, perusahaan yang berhasil adalah mereka yang mampu memanfaatkan teknologi untuk mengatasi tantangan besar dan menciptakan peluang baru. Dan Pfizer, dengan Digital Twin, adalah salah satu buktinya.