Agentic AI: Era Baru Kecerdasan Mandiri


Oleh: Sigit Darmawan

Ini bukan fiksi ilmiah. Mesin yg bisa berpikir, mengambil keputusan, bahkan bisa memiliki inisiatif sendiri. Agentic AI adalah kecerdasan buatan mandiri. Ini teknologi yg lebih revolusioner.

Selama ini, AI sebagai “pelayan” yang bekerja sesuai perintah. Kita beri instruksi, dia menjalankan. AI hanya menunggu. Bekerja, berhenti, menunggu lagi. Ini reactive A —bertindak berdasarkan permintaan. Tidak lebih, tidak kurang.

Tapi Agentic AI? Kemampuannya berbeda. Ia bisa mengenali masalah, mengambil keputusan, bertindak secara otomatis, dan memikirkan langkah terbaik berikutnya.

Di sebuah pabrik, jika stok bahan baku menipis. ia tidak hanya mendeteksi. Ia langsung mencari pemasok alternatif, menghitung harga, memesan barang. Semua ini tanpa campur tangan manusia. Pabrik bisa berjalan, efisien, tanpa jeda. Waktu respon bisa terpotong, proses optimal dan lebih produktif.

Ia bisa beradaptasi. Ketika kondisi berubah, dia belajar, menyesuaikan. Ia bisa membaca pola dan membuat keputusan sendiri, bahkan untuk perencanaan masa depan. Tantangannya: siapa bertanggung jawab jika terjadi kesalahan? Bagaimana kalau ada risiko atau kerugian?

*

Teknologi ini mulai menggeliat di berbagai sektor. Di sektor finansial, Bank of America, asisten virtual bernama Erica membantu nasabah mengelola keuangan pribadi, memberikan saran investasi, bahkan menjawab pertanyaan secara otomatis.

Di JPMorgan Chase, COiN sebagai Agentic AI menganalisis ribuan dokumen hukum, memotong waktu dan biaya proses hukum yang rumit. Di Goldman Sachs, Agentic AI membantu menganalisis data pasar, memprediksi tren, dan mengambil keputusan investasi yang lebih tepat.

Di sektor manufaktur, AI di sistem produksi Siemens mengawasi performa mesin produsksi secara real-time. Jika ada tanda-tanda kerusakan, AI langsung mengambil langkah pencegahan.

Di General Electric, Agentic AI mengumpulkan data dari mesin-mesin industri. Pemeliharaan jadi prediktif, downtime berkurang, dan produktivitas meningkat. Toyota menggunakan AI ini dalam lini produksi untuk mengotomatisasi perakitan, meningkatkan kecepatan, dan mengurangi human error.

*

Menurut Gartner, perusahaan riset teknologi terkemuka AS, Agentic AI salah satu tren teknologi strategis tahun 2025. Berdasarkan Hype Cycle Gartner – sebuah model untuk mengidentifikasi tahapan adopsi teknologi di industri – Agentic AI sekarang masih di tahap Innovation Trigger atau pengenalan inovasi. Gartner memproyeksikan, Agentic AI ini akan mencapai adopsi luas dalam 5-10 tahun mendatang.

Namun ini butuh pengawasan ketat. Ada tantangan besar, terutama soal kualitas data dan risiko keamanan. Untuk itu perlu manajemen risiko. Kendali harus tetap di tangan kita. Sebab pada akhirnya, AI hanya secerdas kebijakan dan kontrol yang kita tetapkan.

Leave a comment