Oleh: Sigit Darmawan

Kadang, kita ini terlalu fokus ke satu hal. Saat lagi mengejar efisiensi, kita lupa berinovasi. Saat sedang semangat berinovasi, kita abaikan fondasi organisasi yang sudah susah payah dibangun.
Disinilah masalahnya dalam organisasi—padahal, di zaman yang penuh disrupsi seperti sekarang, kita butuh dua-duanya. Bukan sekadar bisa multitasking, tapi lebih dari itu. Kita butuh jadi ambidextrous.
Ambidextrous? Istilah ini memang agak berat di lidah. Singkatnya, ini adalah kemampuan untuk menggunakan dua tangan sama baiknya. Dalam kepemimpinan, artinya pemimpin harus bisa menjalankan dua peran sekaligus: mendorong inovasi sembari menjaga stabilitas operasional. Jelas berat. Tapi di sinilah seni memimpinnya.
Continue reading