Category Archives: Humor

Ketika Satire Menjadi Alarm Sosial: Catatan Pribadi Menonton Mens Rea

Oleh: Sigit Darmawan

Saya menonton Mens Rea bukan dengan niat mencari hiburan semata. Awalnya justru karena rasa ingin tahu. Mengapa begitu banyak orang ribut? Mengapa satu panggung komedi bisa memicu reaksi dan kontroversi yang sedemikian keras di beragam media sosial—dari tawa lepas sampai kemarahan terbuka?

Dalam beberapa bagian, saya tertawa. Refleks. Lalu, di beberapa bagian lain tanpa sadar, saya mulai diam. Tawa terasa tertahan. Bukan karena tidak lucu, tetapi karena terasa dekat. Terlalu dekat.

Continue reading

Tumpangan bagi wanita Yahudi

Oleh: Anonim 

Konon pada masa-masa anti kulit berwarna di Eropa, banyak restoran  Dan hotel yang tidak mau menerima orang keturanan Yahudi untuk makan atau menginap.

Pada suatu hari seorang wanita keturuan yahudi yang telah menjadi  Katolik ditolak saat akan menginap di satu hotel dalam perjalanannya. Pemilik hotel dengan sinis menolak. “Kami tidak menerima Yahudi, katanya.

“Saya memang keturunan Yahudi tetapi sudah Katolik, jawab wanita tersebut.

“Kalau begitu apakah anda tahu mengenai Yesus?, tanya pemilik hotel.

“Ya” saya tahu jawab wanita itu. “Coba ceritakan sedikit, biar saya percaya” sambung pemilik hotel.

Dengan semangat 45, wanita Yahudi itu bercerita mengenai Yesus: ” Yesus lahir di Betlehem daerah Yudea, ibunya Maria dan bapaknya Roh Kudus, IA lahir di kandang domba yang hina, karena orang-orang seperti andalah  yang tidak mau memberikan tumpangan bagi seorang wanita Yahudi”.

Tempatnya Zakeus

Oleh: anonim 

Seorang Majelis yang tidak pernah aktif melayani di gereja, secara mendadak ditunjuk untuk memimpin ibadah pada hari Minggu berhubung karena pak Pendeta sedang tidak berada di tempat.

Dalam keadaan bingung dan tidak persiapan apapun dia ingat cerita dalam Lukas 19 mengenai Zakheus. Acara ibadah berlangsung cukup baik, sampai pada saat renungan, pak Majelis mulai cerita mengenai Zakheus, begini:

“Yesus tiba di kota Yerikho dan orang banyak ingin melihat Yesus, termasuk seorang pemungut cukai yang pendek badannya. Nama pemungut cukai itu adalah Lazarus!”.

(Jemaat semua pada bingung dan mulai bisik-bisik, karena mereka tahu bahwa sebenarnya yang dimaksud dalam cerita tersebut  adalah Zakheus-pemungut cukai bukan Lazarus. Majelis lain yang tahu akan kekeliruan ini mendekati mimbar dan membisikan kepada kepada majelis tersebut, bahwa sebenarnya bukan Lazarus, tetapi Zakheus).

Namun Mejelis tersebut tetap meneruskan  bercerita. “Karena tubuhnya yang pendek dan banyak orang yang ingin melihat Yesus, maka Lazarus memanjat ke atas sebatang pohon Ara supaya ia dapat melihat Yesus.

Kemudian saat Yesus lewat di bawah pohon Ara dan memandang ke atas, Yesus berkata “Hai Lazarus, turunlah dari   turunlah dari pohon Ara itu , karena itu bukan tempatmu, itu tempatnya Zakeus””