
(Refleksi tentang sinema, hidup, dan harapan yang belum terlambat)
Oleh: Sigit Darmawan
I.
Saya tidak punya ekspektasi tinggi saat memutuskan bersama keluarga untuk menonton film “Sore: Istri dari Masa Depan” akhir pekan lalu. Tetapi saya tidak menyangka, film ini memang menarik, mengesankan, dan menggugah banyak pertanyaan bagi saya.
Disutradarai oleh Yandy Laurems, film ini mengangkat cerita fiksi lintas waktu. Namun film ini tidak terperangkap dalam lubang romansa yang klise atau efek visual digital yang memikat. Justru, ia hadir dengan kesederhanaan namun realitas hidup.
Continue reading