Surat Terbuka untuk Pak Harto dan Keluarga


Pak Harto yang budiman,

Saya tergerak untuk menulis surat terbuka ini kepada anda, karena beberapa alasan. Pertama, anda adalah seorang yang pernah menjadi pemimpin besar bangsa ini dengan segala jasa dan pengabdian yang sudah diberikan kepada bangsa ini. Sementara itu anda juga terus dituntut oleh kelompok masyarakat lain atas berbagai kebijakan anda yang mungkin sudah mengorbankan hak-hak mereka selama ini. Kedua,  kontroversi di masyarakat antara kehendak untuk memaafkan anda dan menuntut anda sudah sudah sampai kepada titik yang menguras energi masyarakat  dan menjadi polemik– baik hukum maupun politik –yang rasanya tidak akan pernah selesai. Ketiga  adalah karena anda sedang sakit. Inilah momentum bagi anda (atau keluarga anda) untuk berbuat sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan bangsa ini kedepannya.

Mungkin saat ini anda tidak bisa membaca surat saya, karena anda sedang sakit. Namun saya berharap anak-anak anda maupun keluarga  anda yang lain bersedia untuk menyampaikannya kepada anda, jika anda sudah sembuh. Atau mungkin anak-anak anda maupun kerabat anda -setelah membaca surat saya–bersedia untuk mempertimbangkan suatu langkah yang penting dan berarti untuk suatu rekonsiliasi nasional yang akan menentukan sejarah perjalanan bangsa ini kedepan.

Pak Harto yang budiman,

Saya hanyalah anggota masyarakat biasa yang lahir ketika anda sudah menjadi pemimpin di negeri ini. Saya pernah kagum kepada anda, karena kepemimpinan anda mampu menyatukan masyarakat Indonesia yang plural ini, membangkitkan kebanggaan kita sebagai bangsa yang besar dan disegani di dunia, membangun pertumbuhan perekonomian bangsa yang bisa dinikmati oleh masyarakat kecil, serta mampu menciptakan situasi kondusif  dan aman yang memungkinkan masyarakat bisa bekerja dan berkarya secara baik. Walaupun di saat yang sama, saya juga tidak bisa menutup mata terhadap berbagai  keluhan, jeritan, dan tangisan sebagian masyarakat lainnya yang hak-haknya telah terhilang maupun dikorbankan selama kepemimpinan anda, baik yang anda mungkin sadari maupun yang tidak anda sadari.  Baik secara langsung, maupun tidak langsung. Para mantan bawahan anda pasti memahami apa yang telah terjadi selama ini.

Saya tetap memandang anda adalah seorang pemimpin yang berpengaruh di negeri ini, yang sudah berjasa dalam perjalanan sejarah bangsa. Namun tidak ada pemimpin yang sempurna dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya. Pasti ada kekurangan dan kelemahannya. Hal itu pula yang saya ingin sampaikan kepada anda. Sebagian masyarakat  Indonesia pasti pernah merasa bangga dengan kepemimpinan anda, namun sebagian masyarakat lainnya mungkin pernah pula tersakiti dan terampas hak-haknya oleh kebijakan maupun kepemimpinan anda, sekali lagi, baik yang mungkin anda sadari maupun yang tidak anda sadari, langsung maupun tidak langsung.

Pak Harto yang baik,

Jika anda saat ini anda sedang terbaring sakit, saya dan masyarakat Indonesia pasti juga turut mendoakan kesembuhan anda. Berbagai kalangan masyarakat turut mendoakan anda selama terbaring sakit seperti sekarang. Namun hal penting yang menjadi harapan saya, mungkin juga sebagian masyarakat Indonesia, adalah jika anda bersedia untuk mengakhiri segala polemik dan kontroversi di masyarakat tentang anda. Masyarakat sudah sangat terbebani proses persoalan tentang anda-baik yang menyangkut hukum maupun politik– yang tidak kunjung selesai.

Di tahun yang sangat penting bagi kehidupan anda ini, akan menjadi sangat berarti jika anda (atau keluarga anda) bersedia dengan hati yang terbuka, jujur, dan tulus mengakui akan ketidaksempurnaan dan kekurangan anda selama menjadi pemimpin bangsa ini. Dan jika ada masyarakat yang terluka karena kepemimpinan anda, andapun (atau keluarga anda) bersedia untuk tulus meminta maaf.  Itulah yang ingin didengar, dilihat, dan diharapkan oleh, barangkali, sebagian masyarakat yang terluka tadi.

Pak Harto yang budiman,

Sayapun berharap dan berandai-andai jika anda juga bersedia memberikan setengah (atau sepertiga saja) harta anda atau milik keluarga anda untuk diserahkan untuk negara, walaupun harta itu mungkin anda (atau keluarga anda) peroleh dengan pengabdian dan kerja yang baik, bukan dengan tindakan tercela. Apalah artinya setengah (atau sepertiga) harta anda atau keluarga anda -saya yakin anda dan keluarga anda masih bisa hidup dengan harta yang setengahnya lagi — jika itu bisa merupakan simbol  ketulusan, kehendak, dan kemauan anda (dan keluarga anda) untuk  merangkul kembali masyarakat yang tercerai berai oleh polemik tentang anda dan keluarga anda?  Saya akan berada di barisan masyarakat yang akan memaafkan anda, jika anda (atau keluarga anda) bersedia melakukannya.

Anda akan dikenang sebagai pemimpin besar yang rendah hati, karena mau mengakui kekurangan dan kelemahan selama anda memimpin negeri ini. Anda akan dikenang sebagai mantan pemimpin negeri ini yang di usia senjanya mampu menyatukan kembali masyarakat dalam suatu rekonsiliasi, membantu masyarakat keluar dari beban politis dan psikologis tentang anda. Anda juga sudah membantu anak-anak anda terbebas dari beban “anak Suharto” dalam pandangan  masyarakat, sehingga anak-anak anda bisa berjuang membuktikan kemampuan mereka yang sesungguhnya di bisnis (maupun politik) di masa depan, tanpa “nama besar” anda.

Pak Harto yang baik

Beban bangsa ini kedepan sangatlah berat dalam memperjuangkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, mengembalikan kebesaran dan harga diri bangsa, dan membangun kembali persatuan dan kesatuan bangsa yang sempat tercabik-cabik oleh konflik. Karena itu rekonsiliasi nasional harus segera dilakukan supaya beban politik dan psikologis masyarakat bisa segera terselesaikan. Anda berada dalam peranan yang sangat penting dalam proses ini.  Sikap dan tindakan anda (maupun keluarga anda) akan sangat menentukan apakah proses rekonsiliasi ini bisa berhasil.

Karena itu saya, sebagai anggota masyarakat biasa, berharap anda (dan keluarga anda) diberikan kebijaksanaan dan hikmat untuk mempertimbangkan proses ini, dan mengambil langkah yang tepat dan berarti sesuai harapan masyarakat. Tentu saja, sebenarnya ini hanyalah harapan saya, seorang rakyat biasa yang sudah lelah dengan polemik tentang anda yang dipolitisir dan didramatisir, baik oleh kolega-kolega anda, yang berseberangan dengan anda, maupun oleh kerababat anda sendiri.

Semoga Tuhan mengaruniakan kepada anda (dan keluarga anda) hikmat dan hati yang lapang untuk mau mendengar dan  membaca apa yang menjadi harapan (sebagian) masyarakat.  

Leave a comment