Oleh: Sigit Darmawan
“The only sensible way to live in this world is without rules.” – Joker, The Dark Knight

Joker selalu muncul sebagai simbol kekacauan. Dia adalah antitesis dari keteraturan dan kedamaian. Seseorang yang bergerak tanpa rencana yang jelas, atau setidaknya tampak begitu.
Ironisnya, justru dari Joker, kita bisa belajar banyak tentang pentingnya kejelasan tujuan dalam dunia pelayanan.
Tawanya menggema di kegelapan kota Gotham. Mengapa Joker bertindak seperti itu? Jawabannya adalah kekosongan tujuan. Joker adalah cerminan seseorang yang terjebak dalam lingkaran keputusasaan. Dia melihat dunia sebagai tempat yang tidak masuk akal. Tanpa visi dan arah. Dia mengabaikan sistem dan tatanan, dan membiarkan kekacauan menjadi pemandu.
Dunia pelayanan, seperti organisasi nirlaba atau lembaga sosial, juga bisa menjadi tempat kekacauan jika tidak diarahkan oleh tujuan yang jelas. Sebuah organisasi pelayanan tanpa visi yang tegas: program-program yang tumpang tindih, sumber daya yang tidak dimanfaatkan dengan efektif, anggota dan pengurus yang kelelahan karena tidak tahu ke mana mereka menuju. Ini adalah keadaan yang, meski tidak se-ekstrem Gotham, menimbulkan dampak negatif bagi pelayanan.
***
Kita semua tahu, bekerja dalam pelayanan sering kali berarti berhadapan dengan tantangan yang berat. Ada masalah-masalah yang kompleks, orang dan dana yang terbatas, pertengkaran dan kekacauan, harapan dari anggota yang tidak selalu realistis dan sebagainya. Namun, di balik semua itu, ada satu faktor penentu yang membuat organisasi pelayanan tetap bertahan di tengah kekacauan: tujuan yang jelas.
Tujuan adalah kompas yang menjaga arah organisasi tetap lurus di tengah badai. Tanpa tujuan, organisasi bisa terombang-ambing, mengikuti tren tanpa makna, hanya fokus pada hasil jangka pendek. Dan di sinilah kesamaan dengan Joker: tanpa kompas moral atau visi. Joker menjadi simbol dari seseorang atau organisasi yang terjebak dalam pusaran tanpa arah.
Bagi organisasi pelayanan, visi adalah landasan yang membimbing setiap keputusan. Sama seperti Joker yang kehilangan arah karena tidak memiliki tujuan yang nyata, sebuah organisasi pelayanan yang gagal merumuskan visinya dengan jelas akan tersesat dalam kekacauan.
Salah satu pelajaran terbesar yang bisa kita ambil dari Joker adalah pentingnya menjaga tim atau pengurus tetap terlibat dan termotivasi. Joker, dalam banyak ceritanya, beroperasi sendirian atau dengan pengikut yang setia namun tidak pernah benar-benar tahu apa yang ia kejar.
Ini mengingatkan kita bahwa dalam dunia pelayanan, keterlibatan dan komunikasi dengan tim atau pengurus adalah kunci untuk mempertahankan arah yang jelas.
***
“Without a vision the people perish.” Proverbs 29:18
Pertanyaannya adalah bagaimana organisasi pelayanan bisa menghindari perangkap Joker.
Pertama-tama, perlu ada pemahaman yang sama tentang visi misi organisasi. Tim atau pengurus perlu terlibat dan dilibatkan dalam proses perumusan visi, sehingga setiap orang memiliki rasa memiliki terhadap arah yang diambil. Kedua, komunikasi yang konsisten dan transparan harus dijaga.
Ini penting untuk memastikan bahwa setiap anggota organisasi paham dengan tujuan yang ingin dicapai dan bagaimana peran mereka dalam mencapainya.
Tidak mudah menjaga kejelasan visi, terutama ketika organisasi menghadapi tekanan dari berbagai sisi. Baik internal maupun eksternal. Pendanaan bisa menjadi masalah, konflik antar orang bisa terjadi, kebutuhan di lapangan bisa berubah drastis, dan harapan dari anggota bisa membuat fokus organisasi terpecah. Namun, inilah saatnya untuk kembali ke landasan awal: mengingatkan diri sendiri dan tim atau pengurus tentang mengapa organisasi itu ada dan apa dampak jangka panjang yang ingin dicapai.
Joker mungkin beroperasi dalam kekacauan, tapi dalam dunia pelayanan, kita belajar bahwa kejelasan tujuan adalah kunci untuk menavigasi tantangan dan menjaga arah tetap lurus.
Organisasi pelayanan yang berhasil adalah yang mampu menghadapi berbagai masalah tanpa kehilangan arah, selalu kembali ke visi mereka sebagai panduan.
Joker mengajarkan kita bahwa kekacauan tanpa tujuan akan membawa kehancuran. Namun, kita bisa memilih jalan yang berbeda. Di tengah tantangan dan kesulitan, kita bisa menavigasi kekacauan dengan kejelasan tujuan, menjaga visi kita tetap hidup, dan memastikan bahwa setiap langkah yang kita ambil membawa kita lebih dekat pada misi kita.
Pada akhirnya, mungkin Joker mewakili apa yang kita ingin hindari: hidup tanpa arah. Dalam pelayanan, arah dan tujuan bukan sekadar hiasan, tapi inti dari keberadaan kita.