Oleh: Sigit Darmawan

“Tidak semua orang ditakdirkan untuk menjadi pemimpin, tetapi setiap orang dipanggil untuk menjadi pengikut yang baik.”
Kata “followership” sering kali tidak sepopuler “leadership.” Ketika kita berbicara tentang kepemimpinan, ada ribuan buku, seminar, dan pelatihan yang menjelaskan cara memimpin.
Namun, jarang sekali kita mendengar orang membahas seni mengikuti. Padahal, tanpa pengikut yang setia, bijak, dan berdedikasi, kepemimpinan tidak akan pernah memiliki makna.
Followership adalah seni untuk mengikuti dengan kesadaran, integritas, dan komitmen.
Seni ini membutuhkan keterlibatan aktif dari pengikut: memberi masukan dan berkontribusi pada tujuan bersama.
Karena itu seorang pengikut punya kualifikasi dalam hal keberanian moral. Ia bersedia berbicara ketika ada sesuatu yang salah, tetapi tetap dalam kerangka hormat.
***
Yesus mengajarkan tentang pentingnya menjadi pengikut yang baik. Ia memanggil murid-murid-Nya bukan untuk langsung memimpin, tetapi pertama-tama untuk mengikuti-Nya.
Selama 30 tahun pertama hidup-Nya, Ia menjalani kehidupan yang sederhana, mengikuti kehendak Bapa sebelum memulai pelayanan-Nya
Yesus Kristus adalah role model terbaik tentang followership . Sebagai Anak Allah, Ia menunjukkan ketaatan sempurna kepada Bapa. “Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 6:38).
Murid-murid Yesus juga contoh nyata bagaimana seorang pengikut yang baik berperan penting dalam kepemimpinan yang lebih besar. Sikap followership mereka bisa menjadi teladan bagi kita dalam kehidupan rohani maupun organisasi dan kepemimpinan modern.
Sikap itu dimulai, ketika murid-muridNya keluar dari zona nyaman mereka untuk sesuatu yang lebih bermakna. Meski tidak selalu paham perintah Yesus secara penuh, tetapi mereka taat. Mereka percaya kepada visi pemimpin mereka.
Mereka terus belajar dari pengalaman bersama Yesus. Termasuk ketika mereka berhadapan dengan ketakutan, kebimbangan, dan kegagalan.
Ketika Yesus naik ke Surga, murid-murid tidak berhenti melanjutkan misi-Nya. Mereka meneruskan visi dan nilai-nilai yang diajarkan Yesus.
Murid-murid Yesus adalah contoh bagaimana followership yang baik bisa membentuk seseorang menjadi pemimpin.
***
Alkitab banyak mengajarkan tentang prinsip followership. Ada banyak teladan pengikut yang menunjukkan kualitas luar biasa dalam mempertahankan kesetiaan dan menjalankan ketaatan kepada pemimpin mereka.
Yosua adalah salah satu model pengikut yang setia dan berani. Sebelum menjadi pemimpin Israel, Yosua adalah pengikut Musa yang setia selama 40 tahun di padang gurun.
Ketika bangsa Israel meragukan Musa, Yosua tetap berdiri teguh mendukungnya (Keluaran 24:13). Ia patuh pada arahan Musa dan Tuhan.
Yosua menunjukkan keberanian, kerendahan hati, dan kepercayaan besar kepada pemimpinnya. Ia salah satu dari pengintai (bersama Kaleb) yang berani percaya kepada kepemimpinan Musa dan Tuhan, bahwa Israel bisa mengalahkan Kanaan.
Tokoh lainnya, Rut menunjukkan ketulusan dan kesetiaan luar biasa kepada Naomi. “Ke mana engkau pergi, ke situ juga aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ juga aku bermalam” (Rut 1:16). Kesetiaan ini menunjukkan pentingnya dukungan penuh kepada pemimpin di tengah kesulitan.
Elisa meninggalkan pekerjaannya untuk mengikuti Elia dan belajar darinya. Hingga akhir hayat Elia, Elisa tetap setia mendampingi dan akhirnya melanjutkan pelayanannya. “Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, aku tidak akan meninggalkan engkau” (2 Raja-Raja 2:2)
Elisa taat kepada Elia dan belajar darinya dengan rendah hati. Ia setia melayani Elia, sebelum menerima tongkat pelayananan Elia.
Timotius adalah “anak rohani” Paulus yang setia mendukungnya dalam perjalanan misinya. Kesetiaannya membantu Paulus memperluas pelayanan dan memperkuat gereja (Filipi 2:19-22).
Yohanes Pembaptis memahami bahwa tugasnya adalah mempersiapkan jalan bagi Yesus, bukan menjadi pusat perhatian. Ia berkata, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yohanes 3:30), menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa.