Category Archives: Seni dan Budaya

The Last Supper: Menyelami Makna Pengkhianatan

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Apa yang bisa kita bayangkan di malam yang hening, tiga belas orang duduk di sebuah ruangan dengan membawa beban masing-masing? Mereka tidak hanya berbagi roti dan anggur, tetapi juga kecemasan, pengkhianatan, janji, dan pengajaran yang tak sepenuhnya mereka pahami.

The Last Supper(2025) coba menangkap kembali salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Kekristenan. Disutradarai oleh Mauro Borrelli, film ini membawa suasana yang lebih intim dari Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya.

Continue reading

The Secret Society of Batavia: Menyusuri Sebagian Jejak Rahasia Persaudaraan di Batavia

by: sbdarmawan

I.
Batavia, kota yang pernah menjadi pusat peradaban kolonial di Hindia Belanda, menyimpan lebih dari sekadar kisah perdagangan dan kekuasaan.

Di antara jalan-jalan tua dan bangunan megah yang masih berdiri, tersembunyi cerita tentang sebuah kelompok yang hidup di bawah bayang-bayang misteri: Freemason

Continue reading

Mary, Sang Perempuan Iman: Refleksi dari Layar Netflix 2024

Oleh: Sigit Darmawan

(Catatan Kecil dari Film Mary)

Netflix baru saja meluncurkan sebuah film barunya yang berjudul Mary di penghujung tahun 2024. Saya berkesempatan menonton film ini beberapa hari lalu. Film ini disutradarai oleh D.J. Caruso dan ditulis oleh Timothy Michael Hayes. Dalam proses produksinya, film ini disebut melibatkan beberapa produser terkenal.

Film ini menggambarkan kisah Maria, ibu Yesus, dengan perspektif yang manusiawi, penuh perasaan, dan menawarkan pendekatan berbeda dari sekadar kisah Alkitab yang selama ini kita kenal.

Film Mary bukan hanya bicara tentang Maria sebagai sosok kudus yang sering dilukiskan dalam ikon-ikon gereja. Netflix mencoba untuk menghadirkan sebuah realitas kehidupan seorang perempuan muda di tengah tradisi Yahudi kuno. Dari sejak kelahiran sampai masa mudanya ketika panggilan Ilahi itu datang.

Continue reading

National Treasure

Film National Treasure yang dibintangi oleh aktor Nicolas Cage bercerita tentang perburuan harta karun “The City of Gold” Cibola yang berhasil ditemukan di monumen “Mount Rushmore”, setelah memecahkan serangkaian kode puzzle dalam pesan bersandi. Continue reading

Extreme Measure – Tentang Etika Riset

“Kalau kamu bisa menyembuhkan penyakit kanker dengan membunuh satu orang, tidaklah kamu akan melakukannya?”, kata Dr. Lawrence Myrick , seorang dokter ahli saraf dan bedah RS Gramercy yang melakukan riset regenerasi syaraf lengkap, kepada Dr. Guy Luthan. Dialog tersebut dapat kita temukan dalam film “Extreme Measure”, sebuah thriller tahun 90-an yang bukunya dibuat oleh Michael Palmer.

Riset Dr Myrick tersebut diilhami oleh tayangan TV yang memperlihatkan tikus-tikus yang mengalami kerusakan saraf tulang punggung belakang dan berhasil di-regenerasi. Dr Myrick berguman,” Lima milyar tikus-tikus pasti akan bersukaria karena berita ini”. Dengan dibantu oleh Dr. Mingus, Dr. Myrick memulai riset dan experimennya dengan menggunakan tubuh manusia yang masih hidup (dalam istilah kedokteran dikenal dengan nama “vivisection”).

Dr. Guy Luthan (diperankan oleh Hugh Grant) adalah dokter Inggris yang bekerja di sebuah RS New York dan American Health Care System. Dia sedang bertugas ketika seorang gelandangan dibawa ke rumah sakit dengan denyut jantung yang naik turun dengan sangat tajam, memiliki gelang (sebagai tanda pengenal) medis yang tidak teridenttikasi dan akhirnya meninggal di meja dokter. Dr . Luthan tidak dapat sepenuhnya memahami kematian tersebut, dan memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang penyebab kematian tersebut. Tetapi dia hanya menemukan para staff yang menghalang-halangi observasi yang dilakukannya dan banyaknya catatan-catatan yang hilang.

Continue reading