Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, menjadi pusat perhatian masyarakat dalam beberapa bulan terakhir ini. Sejak kasus Century dibahas dalam pansus DPR, Ani tersandera secara politis oleh parlemen yang menganggap Ani sebagai pejabat yang bertanggungjawab atas kebijakan talangan bank Centrury. Oleh parlemen kebijakan tersebut dianggap sebagai kebijakan yang bermasalah. Dan karenanya Ani harus menjalani proses pertangungjawaban secara politis dan hukum.
Publik mengenal Ani sebagai seorang professional yang diakui integritasnya, tegas dalam bersikap, dan seorang reformator birokrasi di depkeu. Integritas pribadinya membuat gentar orang-orang yang tidak suka kepentingannya diusik. Dan karenanya ada upaya untuk menyingkirkannya.
Walaupun Ani belakangan mendapatkan dukungan dari publik, namun kekuatan dukungan tersebut belum mampu menopang “ketersingkiran”nya dari jabatannya. Cepat atau lambat, Ani akan tersingkir.