Category Archives: Kepemimpinan dan Manajemen

APBN sebagai Dokumen Kepercayaan Bangsa



Oleh: Sigit Darmawan

Saya bukan ekonom fiskal. Saya juga bukan orang yang sehari-hari bekerja di ruang penyusunan anggaran negara. Tetapi dalam banyak percakapan tentang transformasi organisasi, tata kelola, rantai pasok, risiko, dan masa depan institusi, saya semakin sering melihat satu hal: persoalan besar hampir selalu bermula dari cara kita membaca persoalan kecil.

Begitu pula APBN.

Di permukaan, ia tampak sebagai urusan angka. Berapa pendapatan negara. Berapa belanja negara. Berapa defisit. Berapa utang. Berapa subsidi. Berapa anggaran untuk program prioritas.

Continue reading →

China: Ketika Pembangunan Menjadi Sebuah Sistem

(Catatan Penutup tentang Kota-kota di China — Bagian Terakhir)

Oleh: Sigit Darmawan

Perjalanan ini berakhir di Changsha.

Tentu perjalanan yang singkat seperti ini tidak cukup untuk menjelaskan negara sebesar China. Sejak awal, catatan-catatan ini juga bukan dimaksudkan sebagai kesimpulan tentang China.

Saya hanya mencoba membacanya dari dekat–melalui kota, perjalanan darat, ruang publik, destinasi wisata, teknologi sehari-hari, dan bagaimana masyarakat menggunakan semuanya.

Namun setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lain, saya tidak lagi bertanya: Apa yang mereka bangun?

Continue reading →

China: Domestic First, World Class

(Catatan Ringan tentang Kota-kota di China — Bagian Kelima)

Oleh: SigitDarmawan

Perjalanan dari Zhangjiajie menuju Changsha membawa saya melewati Changde dan Yiyang.

Kali ini tidak ada destinasi wisata khusus yang kami kunjungi. Sebagian besar waktu dihabiskan di jalan—melewati jalan raya, jalan tol, jembatan, terowongan, kawasan permukiman, kota-kota kecil, hingga pusat kota.

Justru perjalanan seperti ini memberi perspektif yang berbeda.

Continue reading →

Chongqing: Kota yang Mengubah Kompleksitas Menjadi Sistem

(Catatan Ringan tentang Kota-kota di China – Bagian Pertama)

Oleh: Sigit Darmawan

Perjalanan saya ke China kali ini bukan sekadar perjalanan wisata.

Ini adalah kunjungan keempat saya ke China dalam rentang hampir dua dekade, sejak 2008 hingga 2026.

Dalam perjalanan-perjalanan sebelumnya, saya pernah melihat beberapa kota besar dan pusat pertumbuhan China— Beijing, Hong Kong, Macau, Tianjin, Shanghai, dan Shenzhen.

Karena itu, perjalanan kali ini memberi perspektif yang sedikit berbeda. Saya tidak datang sepenuhnya sebagai orang yang baru pertama kali melihat China. Ada ingatan tentang China yang saya lihat hampir dua dekade lalu, ada pengalaman dari kota-kota besar yang pernah saya kunjungi, dan sekarang ada kesempatan untuk melihat kembali bagaimana negeri ini berkembang dari dekat.

Continue reading →

Jangan Terburu-Buru Membangun Aset. Bangun Kompetensinya Terlebih Dahulu.

Oleh: Sigit Darmawan

“Kalau green hydrogen belum menghasilkan keuntungan, mengapa harus mulai berinvestasi sekarang?”

Pertanyaan itu muncul dalam salah satu sesi Leadership Development Program: Global Exposure tentangTransisi Energi yang dikelola oleh LAPI ITB. Dari 15 kelas tentang Transisi Energi yang telah saya fasilitasi dalam periode 7 bulan terakhir, dan telah diikuti hampir lebih dari 500 para manajer perusahaan energi negara dari beragam fungsi dan lokasi, baru ada pertanyaan tajam tentang arah investasi perusahaan.

Bagi saya, pertanyaan itu bukan sekadar diskusi tentang green hydrogen. Pertanyaan itu sesungguhnya menggambarkan dilema yang sedang dihadapi hampir semua organisasi di dunia.

Continue reading →

Empat Besar Sudah Terbaca, Tetapi Siapa Juaranya?

(Apa yang Diajarkan Semifinal Piala Dunia 2026 tentang Data, Predictive Analytics, Kepemimpinan, dan Ketidakpastian)

Oleh: Sigit Darmawan

Ketika saya menulis artikel Ketika Algoritma Memilih Juara pada awal dimulainya Piala Dunia 2026, saya mengajukan satu pertanyaan sederhana: sejauh mana data mampu membaca masa depan?

Menjelang semifinal, jawabannya mulai terlihat.

Empat tim yang tersisa adalah Spanyol, Prancis, Inggris, dan Argentina. Menariknya, keempat negara tersebut memang merupakan empat unggulan utama dalam simulasi Opta Analyst Supercomputer. Berdasarkan 25.000 simulasi, Opta menempatkan Spanyol sebagai favorit dengan peluang juara 16,1%, disusul Prancis (13%), Inggris (11,2%), dan Argentina (10,4%) (Opta Analyst, 2026).

Continue reading →

Pelajaran Cape Verde: Mengapa Organisasi Kecil Kini Semakin Sulit Dikalahkan

Oleh: Sigit B. Darmawan

Cape Verde kalah. Tetapi tidak tunduk.

Saya selalu tertarik pada cerita seperti ini. Bukan semata karena sepak bolanya, tetapi karena ada pelajaran di dalamnya. Dalam pengalaman mendampingi tim kecil yang ingin berkembang, saya sering melihat pola yang sama: yang kecil kerap lebih lapar, lebih dekat dengan masalah, dan lebih cepat bergerak. Mereka mungkin tidak selalu menang. Tetapi mereka sering membuat yang besar kehilangan kenyamanan.

Argentina menang 3-2 lewat perpanjangan waktu. Tetapi pertandingan itu meninggalkan catatan yang lebih panjang daripada sekadar skor. Cape Verde, negara kecil dan debutan Piala Dunia, membuat Argentina bekerja sampai batas saraf terakhirnya. Mereka dua kali bangkit setelah tertinggal dan baru menyerah setelah gol bunuh diri pada menit ke-111.

Continue reading →

Koperasi Desa Merah Putih: Gerakan Gotong Royong atau Proyek Komando?

Oleh: Sigit Darmawan

Saya pernah belajar koperasi bukan dari buku semata, melainkan dari pengalaman langsung menjadi pengurus sebuah koperasi serba usaha yang anggotanya lebih dari seribu orang beberapa tahun silam.

Pengalaman itu sederhana. Tidak besar dalam ukuran nasional. Tetapi cukup memberikan pembelajaran dalam cara saya memahami koperasi.

Dari luar, koperasi sering tampak mudah. Ada anggota. Ada iuran. Ada usaha. Ada pengurus. Ada rapat. Selesai.

Continue reading →