
Oleh: Sigit Darmawan
Dulu, kunjungan Presiden sebuah negara ke negara lain selalu dibaca dengan kacamata diplomasi klasik: negosiasi dagang, isu keamanan, atau persaingan ideologi.
Hari ini, konteksnya sudah berubah drastis.
Ketika Donald Trump mendarat di Beijing pada 13–15 Mei 2026, dunia sebenarnya sedang menyaksikan format diplomasi yang berbeda. Menurut laporan resmi The White House serta liputan BBC News dan Reuters (2026), Trump tidak hanya datang membawa pejabat diplomatik atau negosiator perdagangan. Ia membawa delegasi elite teknologi Amerika.
Elon Musk hadir dengan misi yang sangat spesifik: mengamankan persetujuan regulator China agar sistem Full Self Driving milik Tesla dapat beroperasi lebih luas di pasar domestik China. Ini sangat penting karena Gigafactory Shanghai masih menjadi salah satu basis produksi global terbesar Tesla, sementara produsen kendaraan listrik lokal China bergerak sangat agresif.
Continue reading



