Category Archives: Teologi

Jesus Revolution: Kebangkitan Rohani atau Euforia Sesaat?

Oleh: Sigit Darmawan

Beberapa bulan terakhir, reel IG saya dipenuhi video anak-anak muda di kota-kota Eropa yang bernyanyi lagu spiritual di ruang-ruang publik: Roma, Paris, London, Dublin, Amsterdam. Mereka menggelar Jesus March. Berjalan sembari memuji Tuhan, berdoa, dan memberikan kesaksian iman mereka.

Fenomena ini sudah muncul di 5 tahun terakhir: Jesus Revolution(JR). Aktivitas yang mengusung semangat penginjilan terbuka, penyembahan terbuka, dan (sering) disertai “pertobatan” dan pembaptisan.

Continue reading

The Last Supper: Menyelami Makna Pengkhianatan

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Apa yang bisa kita bayangkan di malam yang hening, tiga belas orang duduk di sebuah ruangan dengan membawa beban masing-masing? Mereka tidak hanya berbagi roti dan anggur, tetapi juga kecemasan, pengkhianatan, janji, dan pengajaran yang tak sepenuhnya mereka pahami.

The Last Supper(2025) coba menangkap kembali salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Kekristenan. Disutradarai oleh Mauro Borrelli, film ini membawa suasana yang lebih intim dari Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya.

Continue reading

Di Balik Mimbar: Pergumulan Tak Terlihat Para Pemimpin Gereja (1)

oleh: Sigit Darmawan

Ketika seorang pendeta berdiri di mimbar, banyak yang melihatnya sebagai sosok penuh wibawa, pemimpin spiritual yang siap memberikan jawaban atas pergumulan hidup jemaat. Tapi pernahkah kita bertanya, bagaimana keadaan mereka?

Continue reading

Di Balik Mimbar: Pergumulan Tak Terlihat Para Pemimpin Gereja (2)

oleh: Sigit Darmawan

Dalam risetnya di tahun 2023, Barna Group mengidentifikasi beberapa faktor yang berkontribusi pada krisis meningkatnya kesepian dan tekanan mental di kalangan pendeta. Diantaranya:

Pertama: Ekspektasi Berlebihan dari Jemaat.

Pendeta diharapkan menjadi guru, pemimpin, konselor, mediator konflik, administrator, dan motivator—semuanya dalam satu paket.

Continue reading

Di Balik Mimbar: Pergumulan Tak Terlihat Para Pemimpin Gereja (3)

oleh: Sigit Darmawan

Jika kita berpikir bahwa pemimpin rohani tidak mungkin mengalami depresi atau kelelahan, maka kisah Nabi Elia adalah bukti sebaliknya. Elia, nabi besar yang baru saja mengalami kemenangan di Gunung Karmel, jatuh dalam depresi mendalam. Setelah mengalahkan nabi-nabi Baal melalui demonstrasi kuasa Tuhan, Elia dikejar oleh ancaman Ratu Izebel.

Continue reading

Ketika Api Membakar Kota: Melihat Los Angeles dari Kacamata Teologi Bencana

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Ketika api melahap Los Angeles, asapnya bukan hanya membumbung ke langit, tetapi juga menyeruak ke dalam hati dan pikiran manusia. Tragedi ini lebih dari sekadar bencana alam; ia adalah panggung tempat manusia, alam, dan ilahi berhadapan dalam peristiwa yang penuh makna.

Dalam api yang masih membara, teologi bencana mengajak kita untuk bertanya: Apa yang hendak Dia sampaikan melalui bahasa alam yang terkadang terdengar bising dan menyakitkan?

Kebakaran besar di Los Angeles ini, menurut laporan otoritas setempat, bermula dari musim panas yang panjang dan kering, diperparah oleh angin kencang Santa Ana yang menyebarkan api dengan cepat.

Continue reading

Green Theology: Respon Kekristenan Terhadap Krisis Lingkungan

Oleh: Sigit Darmawan

Ketika membahas teologi, kita kerap terjebak dalam labirin teori dan doktrin. Namun, teologi seharusnyalah nyata, membumi, dan relevan. Ia bukan hanya konsep di menara gading, tetapi pelita yang menuntun hidup kita, termasuk saat menghadapi salah satu tantangan terbesar zaman ini: krisis lingkungan.

Krisis lingkungan bukan sekadar soal cuaca ekstrem atau rusaknya ekosistem. Ini juga soal iman kita, soal tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan.

Indonesia, misalnya, menghadapi masalah besar seperti deforestasi, polusi plastik, dan krisis air. Ini bukan hanya masalah lokal, tetapi cerminan dosa kolektif manusia terhadap alam—keserakahan, ketamakan, dan pengabaian terhadap harmoni ciptaan.

Continue reading

70 Wajah Torah: Sebuah Cermin Kehidupan untuk Dunia Modern

Oleh: Sigit Darmawan

(Catatan kecil yang tertinggal dari webinar tentang “Bethlehem atau Migdal Eder”)

70 Wajah Torah adalah salah satu konsep yang paling mendalam dalam tradisi Yahudi. Sebuah prinsip yang mengingatkan kita bahwa Firman Tuhan adalah sebuah permata dengan banyak sisi.

Setiap sudutnya memantulkan cahaya yang berbeda tergantung bagaimana kita melihatnya. Tetapi meskipun berbeda, setiap pantulan tetap berasal dari sumber yang sama.

Dalam masyarakat modern yang penuh keberagaman—di tempat kerja, gereja, atau bahkan di ruang makan keluarga—kebenaran sering kali terlihat berbeda tergantung dari sudut pandang siapa kita mendengarkannya. Dan 70 Wajah Torah akan menjadi lebih relevan dari sebelumnya.

Continue reading