Tag Archives: inovasi

Kita Tidak Kekurangan Teknologi, Kita Kekurangan Kolaborasi

(Pelajaran dari Transisi Energi untuk Dunia Korporasi: Inovasi gagal bukan karena alat, tetapi karena ekosistem.)

Oleh: Sigit B. Darmawan

Bulan September & Oktober 2025 ini saya berkesempatan menjadi pengampu beragam kelas pelatihan tentang Transisi Energi di PLN Group yang difasilitasi LAPI SBM ITB. Saya menemukan banyak hal menarik yang muncul di ruang diskusi. Para peserta — para pemimpin menengah dari berbagai unit bisnis PLN— berbagi pengalaman tentang tantangan menerapkan teknologi baru, mengubah pola kerja, serta menggerakkan kolaborasi lintas fungsi yang kadangkala terhambat oleh ego sektoral. Dari berbagai percakapan itu saya menyimpulkan satu hal: “Transformasi bukan sekadar isu teknologi, melainkan isu kepemimpinan dan kolaborasi.”

Continue reading

Dari Global Value Chain ke Sovereign Supply Chain

Oleh: Sigit Darmawan

Pernahkah Anda mendengar kisah satu kapal yang “tersedak” di Terusan Suez lalu membuat dunia ikut batuk-batuk? Tahun 2021, kapal Ever Given macet selama hampir sepekan. Akibatnya, lebih dari 12 persen perdagangan dunia tertahan. Dari mainan anak-anak sampai suku cadang pesawat, semua ikut tersendat (BBC, 2021).

Atau, pernahkah Anda membayangkan sebuah pabrik di Tiongkok yang berhenti beroperasi, lalu harga ponsel, laptop, hingga obat-obatan di berbagai negara ikut naik. Itu bukan cerita fiksi. Tahun 2022, penutupan pabrik Foxconn di Zhengzhou membuat pasokan iPhone global terganggu (Reuters, 2022). Dua peristiwa ini menjadi pengingat keras: rantai pasok global kita efisien, tapi juga rapuh.

Continue reading

The New Lean: Rantai Pasok yang Rampak, Lincah, dan Berdaulat

Oleh: Sigit Darmawan

Selama puluhan tahun, perusahaan memuja satu mantra: lean. Kata itu identik dengan merampingkan proses, memangkas pemborosan, dan mengefisiensikan biaya. Di ruang rapat, lean supply chain menjadi jargon sakti. Prinsipnya tampak sederhana: semakin ramping rantai pasok, semakin kompetitif perusahaan.

Namun alam permainan berubah. Krisis chip, pandemi, perang Rusia–Ukraina, serta ketegangan antara Amerika dan Tiongkok memperlihatkan satu hal jelas — ramping saja tidak memadai. Rantai pasok yang terlalu kurus justru mudah rapuh. Maka muncul gagasan baru: The New Lean — rantai pasok yang tidak hanya kurus, melainkan juga rampak, lincah, dan berdaulat.

Continue reading

Predictive Government: Era Baru Mengelola Krisis

Oleh: Sigit Darmawan

“Masyarakat tidak langsung marah. Mereka memberi tanda. Hanya saja, sering kali tak terbaca.” Bagaimana membaca sinyal krisis di era digital? Di zaman digital, kemarahan publik tidak lagi meledak tiba-tiba. Ia muncul perlahan dari balik layar—lewat unggahan video, meme satir, hingga komentar yang menyebar dalam hitungan menit. Semuanya isyarat bahwa ada yang tidak beres. Namun, banyak pemangku kuasa masih terpaku pada pola lama: menunggu laporan resmi, bertumpu pada jalur birokrasi, dan baru bergerak setelah konflik meledak.

Contohnya nyata. Dalam lima hari demonstrasi bulan Agustus 2025 yang lalu, gelombang protes meluas di sejumlah kota di Indonesia. Isunya telah ramai dibahas tiga minggu sebelumnya di media sosial. Tagar penolakan muncul saban hari, video kritik dibagikan ribuan kali, dan keresahan publik begitu gamblang di ruang digital.

Continue reading

Paradox AI #2: Saat Mesin Memecat dan Membuka Peluang

gambar dari foley.com

Oleh Sigit Darmawan

Sepanjang 2024 hingga pertengahan 2025, kita menyaksikan fenomena ganjil. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi secara masif di sektor teknologi. Namun, di saat yang sama, lowongan pekerjaan baru di bidang kecerdasan buatan (AI) justru melonjak.

Di balik krisis kerja ini, muncul peluang karier baru. Peluang itu sebelumnya tidak dikenal. Inilah ironi besar. Layak disebut sebagai Paradoks AI.

Gelombang pertama PHK digital disebabkan oleh otomatisasi proses produksi. Itu terjadi pada era revolusi industri keempat. Kini, gelombang terbaru dipicu oleh adopsi luas sistem AI generatif.

Continue reading

Industrial Robotic Race: Peta Persaingan, Tren Global, dan Dampaknya bagi Masa Depan Industri

Oleh: Sigit Darmawan

Revolusi robotika industri tidak lagi menjadi sekadar simbol kemajuan teknologi, melainkan indikator strategis atas daya saing ekonomi dan kesiapan manufaktur suatu negara di tengah lanskap industri global yang terus berubah.

Laporan Visual Capitalist berdasarkan Artificial Intelligence Index Report 2025 dan data dari International Federation of Robotics (IFR) memperlihatkan dinamika pertumbuhan instalasi robot industri di berbagai negara pada tahun 2023. Hasilnya menggambarkan perubahan orientasi global dalam transformasi manufaktur berbasis automasi dan teknologi pintar.

Continue reading

Asap yang Memudar: Disrupsi, Daya Beli, dan Masa Depan Gudang Garam

Oleh: Sigit Darmawan

Kediri, kota yang lekat dengan aroma tembakau, kini merunduk dalam sepi. Gudang Garam (GG), simbol kejayaan kretek Indonesia, mengalami gejala kelesuan yang mencemaskan. Tidak hanya sebagai korporasi, tapi sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Laporan keuangan 2024 menunjukkan kenyataan pahit: laba bersih anjlok menjadi Rp980,8 miliar dari Rp5,3 triliun di 2023. Pendapatan juga turun dari Rp118 triliun menjadi Rp98 triliun.

Dalam lima tahun terakhir, laba Gudang Garam mengalami penyusutan rata-rata sebesar 31% (Laporan Keuangan GG, 2025). Harga saham GGRM pun jatuh drastis—dari Rp90.000 di 2019 menjadi hanya sekitar Rp9.100–15.000 pada pertengahan 2025 (Emitennews, 2025).

Continue reading

“Data Center dan Masa Depan yang Kita Titipkan ke Server”

Gambar dari digitalpower.huawei.com

Oleh: Sigit Darmawan

Di era teknologi ini, hidup kita tidak lagi hanya bergantung pada tanah, udara, dan air—tetapi juga pada kabel serat optik, server, dan pusat data. Di tempat itulah jutaan identitas kita disimpan, berbagai keputusan dianalis, dan arah peradaban disusun oleh angka dan algoritma.

Data tidak lagi hanya sebuah informasi. Ia sudah menjadi fondasi kekuatan baru. Negara yang mampu menguasai data dan infrastrukturnya, mereka punya kekuatan untuk mendorong arah dunia.

Continue reading