Dua minggu yang lalu, saya adalah orang yang tampak tolol dan bodoh di kerumuman orang banyak. Ketika di tengah lancarnya (atau sepinya) arus lalu lintas kota Jakarta, karena sebagian besar warga mudik ke kampung halaman, saya berhenti di suatu perempatan karena lampu merah. Rupanya mobil-mobil di belakang saya ingin terus melaju, namun tertahan oleh mobil saya yang berhenti karena lampu merah tersebut, sehingga mereka membunyikan klakson berkali-kali. Saya membuka kaca jendela mobil dan memberi kode dan menunjuk ke lampu lalu lintas yang masih merah. Continue reading
SIGIT DARMAWAN
-
Postingan Terakhir
- Ketika Satire Menjadi Alarm Sosial: Catatan Pribadi Menonton Mens Rea
- Menutup Tahun, Membaca Dunia: Dua Bulan Perjalanan Trade War 2.0
- Bertahan Tanpa Kehilangan Jiwa: Kepemimpinan Misi di Tengah Disrupsi Organisasi Nir Laba
- Ketika Generasi Z Bergerak, Dunia Ikut Berubah
- Bukan Sekadar Akuisisi: Perebutan Mesin Cerita Warner Bros Discovery
- Perjalanan yang Tidak Pernah Saya Rencanakan, tetapi Saya Syukuri
- Human Capital di Era Trade War 2.0: Peran Manusia dalam Ketahanan Rantai Pasok Global
- Ketika Alam Menguji Bisnis: Menata Ulang Praktik Lingkungan Perusahaan
- Ketika Tumbler Jadi Cermin Bangsa: Mengapa Hal Sepele Bisa Menjadi Huru-hara?
- Trade War 2.0 dan Industri Otomotif: Dekade Paling Menentukan dalam 50 Tahun Terakhir
Statistik Pengunjung
- 75,103 hits
Postingan Yang Banyak Dibaca Hari Ini
Arsip
-
Join 14 other subscribers
January 2026 M T W T F S S 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 -
Komentar Terakhir