Dua minggu yang lalu, saya adalah orang yang tampak tolol dan bodoh di kerumuman orang banyak. Ketika di tengah lancarnya (atau sepinya) arus lalu lintas kota Jakarta, karena sebagian besar warga mudik ke kampung halaman, saya berhenti di suatu perempatan karena lampu merah. Rupanya mobil-mobil di belakang saya ingin terus melaju, namun tertahan oleh mobil saya yang berhenti karena lampu merah tersebut, sehingga mereka membunyikan klakson berkali-kali. Saya membuka kaca jendela mobil dan memberi kode dan menunjuk ke lampu lalu lintas yang masih merah. Continue reading
SIGIT DARMAWAN
-
Postingan Terakhir
- Ketika Tesla Roadster Menantang Gravitasi: Inovasi atau Sekadar Pertunjukan?
- Licence to Operate: Pelajaran dari Data Center Jatiluhur
- Ketika Semua Orang Bersujud, Adakah Kita Tetap Berdiri?
- Pendidikan Gratis sampai Perguruan Tinggi: Mimpi Besar, Ujian Besar bagi APBN
- APBN sebagai Dokumen Kepercayaan Bangsa
- Kalimantan dalam Kepungan Api: Hutan Sebagai Cermin Peradaban Kita
- China: Ketika Pembangunan Menjadi Sebuah Sistem
- China: Domestic First, World Class
- Zhangjiajie: Pariwisata Kota yang Direkayasa Menjadi Pengalaman
- Fenghuang: Kota Tua yang Tetap Hidup
Statistik Pengunjung
- 77,272 hits
Postingan Yang Banyak Dibaca Hari Ini
Arsip
-
Join 15 other subscribers
-
Komentar Terakhir