Monthly Archives: March 2025

The Last Supper: Menyelami Makna Pengkhianatan

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Apa yang bisa kita bayangkan di malam yang hening, tiga belas orang duduk di sebuah ruangan dengan membawa beban masing-masing? Mereka tidak hanya berbagi roti dan anggur, tetapi juga kecemasan, pengkhianatan, janji, dan pengajaran yang tak sepenuhnya mereka pahami.

The Last Supper(2025) coba menangkap kembali salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Kekristenan. Disutradarai oleh Mauro Borrelli, film ini membawa suasana yang lebih intim dari Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya.

Continue reading

Human-Centered Business: Peran Manusia di Era Teknologi dan Otomasi

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Tulisan saya tentang “Dark Factory: Revolusi Manufaktur Tanpa Sentuhan Manusia” telah memunculkan beragam pertanyaan yang ditujukan kepada saya. Muara pertanyaannya sama: bagaimana situasi manusia dengan semua perubahan akibat teknologi tersebut? Tulisan saya ini adalah respon atas pertanyaan yang (mungkin) menjadi kegelisahan, sekaligus kecemasan kita semua.

Continue reading

Dark Factory : Revolusi Manufaktur Tanpa Sentuhan Manusia

Oleh: Sigit Darmawan

I.
China dikenal sebagai pusat manufaktur global (factory of the world), tempat jutaan pekerja memenuhi pabrik-pabrik raksasa, merakit produk dengan kecepatan luar biasa. Tapi itu sekarang berubah. Upah naik, tenaga kerja menyusut, persaingan semakin ketat. China memilih jalan paling radikal: menghilangkan manusia dari pabrik.

Continue reading

Conclave: Ketika Kardinal Berpolitik di Takhta Suci (1)

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Apa yang terjadi ketika para kardinal Gereja Katolik berkumpul dalam sebuah pertemuan tertutup untuk memilih pemimpin tertinggi mereka? Akhir pekan ini saya punya kesempatan untuk menonton Film Conclave yang baru tayang. Film ini mengungkap intrik, ambisi, dan dinamika kepemimpinan yang jarang terlihat oleh publik dalam penentuan pemimpin tertinggi gereja.

Continue reading

Conclave dan Kepemimpinan Indonesia: Politik, Kompromi, dan Realitas Kekuasaan (2)

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Film Conclave adalah cerminan bagaimana kepemimpinan dipilih dalam sebuah sistem “politik” di mana berbagai kepentingan bertarung. Jika kita tarik ke dalam konteks Indonesia, pemilihan pemimpin di negara ini memiliki banyak kemiripan dengan apa yang terjadi di dalam Conclave. Politik bukan hanya soal siapa yang paling cerdas, tranformatif, atau visioner. Tetapi tentang siapa yang paling bisa diterima oleh berbagai pihak demi menjaga keseimbangan kekuasaan dan kepentingan.

Continue reading