Monthly Archives: August 2025

Salsa Erwina: Suara Jernih dari Generasi yang Enggan Membisu

Oleh: Sigit Darmawan

Di tengah hiruk-pikuk politik, kericuhan media sosial, dan sikap pasrah masyarakat, satu suara perempuan muda menembus layar kita dengan bening dan tegas:

Kalau Anda tidak bisa mendengarkan kami, rakyat kecil, debatlah saya.”

Nama perempuan itu: Salsa Erwina Hutagalung. Ia bukan pejabat, bukan pesohor, bukan pula aktivis jalanan. Ia lulusan Universitas Gadjah Mada, penggagas siniar (podcast) Jadi Dewasa 101, dan kini berkiprah sebagai profesional di Aarhus, Denmark.

Continue reading

Politik Balas Budi: Jabatan Sebagai Hadiah



Oleh: Sigit Darmawan

Bayangkan sebuah panggung orkestra. Seorang konduktor menunjuk pemain baru yang tidak bisa membaca partitur untuk memimpin biola utama. Hasilnya sudah dapat ditebak: nada fals, irama kacau, dan seluruh harmoni runtuh.

Begitu pula dalam politik. Jabatan publik adalah orkestra yang menentukan irama sebuah negara. Namun, di banyak tempat, kursi strategis justru diberikan bukan pada musisi terbaik, melainkan pada orang yang sekadar dekat dengan penguasa.

Continue reading

Peta Migrasi Jutawan Dunia: Persaingan Menarik Modal Manusia

Gambar : SINDONews.com

Oleh: Sigit Darmawan

Di balik perpindahan jutawan lintas negara, ada dinamika sangat kompleks. Ini bukan sekadar soal negara baru. Ini adalah sinyal penting: tentang kepercayaan pada iklim ekonomi, stabilitas politik, perlindungan hukum, dan mutu hidup.

Di era pascapandemi, persaingan antarnegara dalam menarik modal manusia semakin meningkat. Modal paling berpengaruh, yang tersembunyi dalam individu dengan kekayaan dan jaringan global.

Pada 2025, lebih dari 128.000 individu kaya (High Net Worth Individuals/ HNWI) diproyeksikan berpindah negara. Laporan Henley & Partners – Millionaire Migration Report 2025 menyebut ini sebagai angka tertinggi dalam 10 tahun.

Continue reading

Keadilan atau Formalitas: Belajar dari Hakim Caprio



Oleh: Sigit Darmawan

I.
20 Agustus 2025 dunia hukum berduka. Frank Caprio, hakim kota kecil Providence, Rhode Island, meninggal pada usia 88 tahun setelah melawan kanker pankreas. Sosok sederhana ini dikenal lewat acara televisi Caught in Providence. Dari ruang sidang kecil, namanya mendunia.

Caught in Providence pertama kali tayang tahun 2000. Popularitasnya melonjak ketika klip-klip persidangannya di unggah ke youtube di 2015. Cuplikan-cuplikan video persidangannya yang viral telah dilihat jutaan orang di seluruh dunia. Caught in Providence resmi diangkat dalam jaringan sindikasi TV Nasional Amerika dan menjangkau jutaan orang setiap minggunya.

Continue reading

Data vs Intuisi: Pelajaran dari Premier League untuk Bisnis dan Organisasi



(Menyambut Pembukaan Liga Primer Inggris)

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Ketepatan Angka, Kecepatan Strategi

Premier League bukan sekadar liga dengan nilai komersial tertinggi di dunia. Ia adalah ajang unjuk kecerdasan, teknologi, dan kepemimpinan. Di balik sorak penonton dan sorotan kamera, berlangsung pertarungan yang tak tampak— pertarungan data.

Musim 2025/2026 tidak hanya ditentukan oleh kecepatan atau taktik. Tapi juga oleh kemampuan klub membaca metrik dan menangkap momentum—dua hal krusial, namun kerap tidak seiring.

Continue reading

[Paradox AI] Generasi yang Berbicara dengan Mesin: Risiko Kesehatan Mental di Era AI

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Dua pekan ini, linimasa Tiktok dipenuhi satu nama: Kendra Hilty.

Ia bukan selebritas, bukan tokoh publik. Namun di Tiktok jutaan orang sedang membicarakannya. Kisahnya membuat banyak orang memikirkan kembali batas antara manusia dan teknologi.

Kendra adalah seorang life coach sekaligus advokat bagi mereka yang hidup dengan ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder)—gangguan perkembangan otak yang membuat seseorang sulit fokus, hiperaktif, dan impulsif.

Continue reading

Mewarisi Kekayaan atau Mewarisi Peluang? Menelisik Sumber Kekayaan Para Miliarder Dunia

Oleh: Sigit Darmawan

Apakah kekayaan luar biasa para miliarder dunia lahir dari kerja keras? Ataukah sekadar keberuntungan lahir di keluarga yang tepat? Pertanyaan ini kerap terdengar klise bagi kita.

Namun, laporan Forbes edisi Juni 2025 memberi kita alasan untuk berpikir ulang. Data Forbes : Self-Made vs. Inherited Wealth, memperlihatkan bahwa 67,05% miliarder dunia merintis kekayaannya sendiri. Sementara 32,95% lainnya adalah pewaris kekayaan lintas generasi—baik melalui keluarga, kongsi usaha, maupun aset warisan.

Continue reading

Paradox AI #2: Saat Mesin Memecat dan Membuka Peluang

gambar dari foley.com

Oleh Sigit Darmawan

Sepanjang 2024 hingga pertengahan 2025, kita menyaksikan fenomena ganjil. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi secara masif di sektor teknologi. Namun, di saat yang sama, lowongan pekerjaan baru di bidang kecerdasan buatan (AI) justru melonjak.

Di balik krisis kerja ini, muncul peluang karier baru. Peluang itu sebelumnya tidak dikenal. Inilah ironi besar. Layak disebut sebagai Paradoks AI.

Gelombang pertama PHK digital disebabkan oleh otomatisasi proses produksi. Itu terjadi pada era revolusi industri keempat. Kini, gelombang terbaru dipicu oleh adopsi luas sistem AI generatif.

Continue reading