Category Archives: Sosial Politik

Conclave: Ketika Kardinal Berpolitik di Takhta Suci (1)

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Apa yang terjadi ketika para kardinal Gereja Katolik berkumpul dalam sebuah pertemuan tertutup untuk memilih pemimpin tertinggi mereka? Akhir pekan ini saya punya kesempatan untuk menonton Film Conclave yang baru tayang. Film ini mengungkap intrik, ambisi, dan dinamika kepemimpinan yang jarang terlihat oleh publik dalam penentuan pemimpin tertinggi gereja.

Continue reading

Conclave dan Kepemimpinan Indonesia: Politik, Kompromi, dan Realitas Kekuasaan (2)

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Film Conclave adalah cerminan bagaimana kepemimpinan dipilih dalam sebuah sistem “politik” di mana berbagai kepentingan bertarung. Jika kita tarik ke dalam konteks Indonesia, pemilihan pemimpin di negara ini memiliki banyak kemiripan dengan apa yang terjadi di dalam Conclave. Politik bukan hanya soal siapa yang paling cerdas, tranformatif, atau visioner. Tetapi tentang siapa yang paling bisa diterima oleh berbagai pihak demi menjaga keseimbangan kekuasaan dan kepentingan.

Continue reading

Squid Game: Ketika Hidup Menjadi Arena Kompetisi “Brutal”

by: Sigit Darmawan

I.
Squid Game adalah fenomena global. Sejak pertama kali dirilis pada 7 September 2021 di Netflix, serial asal Korea Selatan ini telah menjadi serial Netflix paling populer sampai sekarang.

Film ini telah ditonton 142 juta rumah tangga dalam 4 minggu pertama, dan menghasilkan pendapatan sebesar $900 juta USD. Jauh dari biaya produksinya yang hanya $21 juta USD.

Musim kedua dari serial Squid Game yang ditayangkan 26 Desember 2024 juga menuai kesuksesan yang sama. Dan penggemarnya sedang menantikan serial musim ketiga sebagai serial terakhir di pertengahan tahun 2025

Continue reading

Korupsi: Kejahatan Tanpa Dosa?

Oleh: Sigit Darmawan

(Menggugat Vonis Ringan Koruptor)

I.
Korupsi adalah ironi terbesar di negeri ini. Di satu sisi, ia merugikan jutaan orang; di sisi lain, pelakunya sering terlihat nyaman dengan hukuman yang jauh dari efek jera. Mengapa koruptor masih dianggap “istimewa” dalam sistem hukum kita? Apakah kita sebagai bangsa sudah kalah sebelum berperang?

Profesor Robert Klitgaard, pakar korupsi, memperkenalkan “Equation of Corruption“, formula sederhana namun mendalam untuk memahami akar masalah korupsi:

Korupsi = Monopoli Kekuasaan + Diskresi Tanpa Akuntabilitas – Transparansi

Continue reading

Ngangkang Dan Budaya Ora Ilok

Dalam budaya masyarakat tertentu memang ada semacam aturan kepatutan  tidak tertulis bahwa wanita tidak elok jika ngangkang ketika duduk, atau melakukan hal-hal lainnya yang sebenarnya bisa dilakukan dengan posisi ‘tidak ngangkang’. Artinya sebenarnya ada pengecualian jika berkaitan dengan keleluasaan dalam bergerak, khususnya untuk aktivitas-aktivitas yang memang membutuhkan keleluasaan itu.

Tradisi budaya yang bersangkut paut dengan etika bagaimana perempuan berperilaku itu hidup di masyarakat selamat ratusan tahun. Di tradisi jawa misalnya, ada semacam etika kesopanan yang tidak tertulis, bahwa wanita tidak boleh tertawa terbahak-bahak dan bersuara keras. Tradisi ini diajarkan turun temurun. Begitu banyaknya aturan yang bersangkut paut dengan etika bagi perempuan, maka di tradisi budaya jawa sebutan wanita dimaknai sebagai ‘wanito: wani ditoto’, atau perempuan yang bersedia diatur.

Dalam perpektif budaya jawa, tujuan etika bagi perempuan itu untuk  ‘menegakkan’ kehormatan bagi wanita. Ada berbagai tradisi budaya dan etika di nusantara ini yang ditujukan bagi kaum perempuan. Karena itu jika perempuan tidak berperilaku sesuai dengan etika budaya tersebut, dipandang masyarakat sebagai perilaku ‘ora ilok’ atau tidak elok. Meskipun sebenarnya budaya Jawa juga mengatur perilaku laki-laki. Continue reading

Pidato Kemenangan Obama

Pidato kemenangan obama yang memberikan inspirasi tentang kejayaan, kemenangan, dan keberhasilan selalu diperoleh dari sebuah perjuangan panjang yang tanpa kenal lelah.

————————————————————————————————————————–

Hello, Chicago.

If there is anyone out there who still doubts that America is a place where all things are possible, who still wonders if the dream of our founders is alive in our time, who still questions the power of our democracy, tonight is your answer.

It’s the answer told by lines that stretched around schools and churches in numbers this nation has never seen, by people who waited three hours and four hours, many for the first time in their lives, because they believed that this time must be different, that their voices could be that difference.

It’s the answer spoken by young and old, rich and poor, Democrat and Republican, black, white, Hispanic, Asian, Native American, gay, straight, disabled and not disabled, Americans who sent a message to the world that we have never been just a collection of individuals or a collection of red states and blue states. Continue reading

Pidato “Kekalahan” Mc Cain

Inilah pidato “kekalahan” (baca: kemenangan) Mc Cain yang sangat indah dan menyentuh hati. Kebesaran jiwa dan kenegarawanan yang ditunjukkannya semoga memberikan inspirasi kepada kita dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.

——————————————————————————————————————-

Thank you. Thank you, my friends. Thank you for coming here on this beautiful Arizona evening.

My friends, we have – we have come to the end of a long journey. The American people have spoken, and they have spoken clearly.

A little while ago, I had the honor of calling Senator Barack Obama to congratulate him. Continue reading

Kemiskinan, Pemiskinan, Dan Peran Jemaat

Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari  yang paling hina ini,kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (Matius 24:45)

Paradoks Kemiskinan

Dalam bukunya yang berjudul “Dibalik Kemiskinan dan Kemakmuran” (Beyond Poverty & Affluence), Bob Goudzwaard dan Harry de Lange mengemukakan beberapa paradoks menarik yang terjadi dalam pembangunan di dunia modern ini.

Pertama adalah paradoks kelangkaan. Pembangunan ekonomi sekarang ini merupakan paradoks antara kekayaan dan kelangkaan. Di tengah-tengah kekayaan ekonomi dunia terjadi kelangkaan yang diakibatkan oleh tidak terdistribusikannya kekayaan dan hasil-hasil proses ekonomi atau produksi secara adil dan merata. Ketika  produksi makanan melimpah di suatu tempat, di tempat lain terjadi kelangkaan bahan makanan dan kelaparan. Krisis bahan makanan dunia yang kita hadapi sekarang ini adalah sebuah gejala paradoksial pembangunan dunia. Continue reading