Ambidextrous Leadership: Membangun Organisasi yang Fleksibel dan Adaptif

Oleh: Sigit Darmawan

Kadang, kita ini terlalu fokus ke satu hal. Saat lagi mengejar efisiensi, kita lupa berinovasi. Saat sedang semangat berinovasi, kita abaikan fondasi organisasi yang sudah susah payah dibangun.

Disinilah masalahnya dalam organisasi—padahal, di zaman yang penuh disrupsi seperti sekarang, kita butuh dua-duanya. Bukan sekadar bisa multitasking, tapi lebih dari itu. Kita butuh jadi ambidextrous.

Ambidextrous? Istilah ini memang agak berat di lidah. Singkatnya, ini adalah kemampuan untuk menggunakan dua tangan sama baiknya. Dalam kepemimpinan, artinya pemimpin harus bisa menjalankan dua peran sekaligus: mendorong inovasi sembari menjaga stabilitas operasional. Jelas berat. Tapi di sinilah seni memimpinnya.

Continue reading

Reverse Mentoring dalam Pelayanan Kristen: Belajar dari yang Muda, Bertumbuh Bersama yang Tua (2)



Oleh: Sigit B. Darmawan


I.
Dalam dunia pelayanan Kristen, relasi antargenerasi sering kali dipahami sebagai hubungan satu arah—yang tua mengajar, yang muda mendengar. Namun jika direnungkan kembali, peran generasi muda dan tua dalam karya Allah sejatinya bisa berjalan dua arah.

Konsep reverse mentoring, yakni ketika orang muda membimbing yang lebih tua, menawarkan pendekatan baru yang berlandaskan kasih dan semangat saling belajar. Dalam praktik ini, baik mentor muda maupun mentee yang lebih tua dipanggil untuk memiliki kerendahan hati.

Continue reading

Belajar dari yang Muda: Seni Mendengar dan Bertumbuh di Era Reverse Mentoring (1)

Oleh: Sigit Darmawan


I.

Ada satu fenomena yang mungkin terdengar asing bagi mereka yang terbiasa dengan pola hierarki tradisional: reverse mentoring. Ini adalah konsep di mana individu muda membimbing mereka yang lebih tua; karyawan junior berbagi wawasan kepada senior; dan pegawai baru membantu manajer berpengalaman memahami dunia kerja yang telah berubah cepat.

Continue reading

Agentic AI: Era Baru Kecerdasan Mandiri

Oleh: Sigit Darmawan

Ini bukan fiksi ilmiah. Mesin yg bisa berpikir, mengambil keputusan, bahkan bisa memiliki inisiatif sendiri. Agentic AI adalah kecerdasan buatan mandiri. Ini teknologi yg lebih revolusioner.

Selama ini, AI sebagai “pelayan” yang bekerja sesuai perintah. Kita beri instruksi, dia menjalankan. AI hanya menunggu. Bekerja, berhenti, menunggu lagi. Ini reactive A —bertindak berdasarkan permintaan. Tidak lebih, tidak kurang.

Tapi Agentic AI? Kemampuannya berbeda. Ia bisa mengenali masalah, mengambil keputusan, bertindak secara otomatis, dan memikirkan langkah terbaik berikutnya.

Continue reading

Pfizer, Digital Twin, dan Dunia Baru Industri Farmasi

Oleh: Sigit Darmawan

Selama pandemi COVID-19, banyak mata tertuju ke Pfizer. Bukan hanya karena mereka berhasil memproduksi vaksin dalam waktu singkat, tetapi juga karena mereka mampu menggerakkan perusahaannya dengan cepat di tengah kebutuhan dunia yang mendesak. Tapi apa rahasianya? Salah satu jawabannya ada di teknologi “Digital Twin”.

Pfizer tidak hanya menjadi sorotan karena inovasi medisnya, tetapi juga karena kemampuannya memanfaatkan teknologi untuk mempercepat proses produksi dan menjaga kualitas yang sempurna. Dan itulah yang menarik.

Pfizer telah lama menggunakan teknologi Digital Twin untuk memastikan setiap proses berjalan efisien dan konsisten. Tapi, apa tantangan yang mereka hadapi? Bagaimana mereka mengatasinya? Dan apa dampaknya bagi kinerja mereka? Industri farmasi adalah salah satu yang paling kompleks dan teregulasi di dunia. Proses produksinya membutuhkan ketelitian. Jika salah satu proses saja salah langkah, bisa kacau semuanya.

Continue reading

Risiko Middle-Income Trap: Tantangan yang Sudah di Depan Mata

Oleh: Sigit Darmawan

Kita hidup di dunia yang penuh dengan ketidakpastian—sebuah VUCA world—di mana Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ambiguitas) menjadi warna sehari-hari. Dalam lanskap ekonomi global seperti ini, Indonesia harus bertransformasi jika tidak ingin terjebak dalam stagnasi ekonomi.

Salah satu tantangan terbesar kita adalah bagaimana menghindari jebakan yang disebut middle-income trap. Sebuah istilah yang sering didengar, tapi jarang dipahami mendalam.

Continue reading

Masa Depan Kreativitas: Revolusi Regenerative AI

Oleh: Sigit Darmawan

Kreativitas adalah jiwa dari inovasi. Tanpa kreativitas, dunia akan terjebak dalam stagnasi. Namun, apa jadinya jika kreativitas tidak lagi hanya menjadi milik manusia? Apa jadinya jika mesin pun mampu menciptakan, berimajinasi, bahkan memperbarui dirinya sendiri? Inilah pertanyaan yang membawa kita ke tengah revolusi teknologi baru: regenerative AI.

Regenerative AI, atau kecerdasan buatan regeneratif, bukan sekadar lanjutan dari AI yang kita kenal. Ini adalah langkah besar dalam evolusi teknologi. AI tradisional dirancang untuk melakukan tugas-tugas spesifik berdasarkan data dan algoritma yang telah ditentukan.

Continue reading

Regenerative AI dan Konflik Etis: Menjelajahi Batas Baru

Oleh: Sigit Darmawan

Regenerative Artificial Intelligence adalah salah satu terobosan terbesar saat ini. Kecerdasan buatan yang mampu belajar, beradaptasi, dan menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Tapi, di balik potensi luar biasa ini, ada konflik etis yang muncul dari teknologi ini.

Pertama, masalah hak cipta. Ketika AI menciptakan karya seni atau musik, siapa yang memiliki hak atas karya tersebut? Apakah pemrogram yang merancang AI, perusahaan yang memilikinya, atau AI itu sendiri? Ini adalah wilayah abu-abu yang memerlukan regulasi yang jelas dan adil.

Di Juni 2024, BBC melaporkan bahwa perusahaan rekaman terbesar di dunia, Sony Music dan Universal Music Group, menuntut dua perusahaan start-up AI, Suno dan Udio, atas dugaan pelanggaran hak cipta.

Continue reading