Pada suatu kali ada banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka,”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapaknya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (dikutip dari Injil Lukas 14:25-26). Continue reading
SIGIT DARMAWAN
-
Postingan Terakhir
- Ketika Satire Menjadi Alarm Sosial: Catatan Pribadi Menonton Mens Rea
- Menutup Tahun, Membaca Dunia: Dua Bulan Perjalanan Trade War 2.0
- Bertahan Tanpa Kehilangan Jiwa: Kepemimpinan Misi di Tengah Disrupsi Organisasi Nir Laba
- Ketika Generasi Z Bergerak, Dunia Ikut Berubah
- Bukan Sekadar Akuisisi: Perebutan Mesin Cerita Warner Bros Discovery
- Perjalanan yang Tidak Pernah Saya Rencanakan, tetapi Saya Syukuri
- Human Capital di Era Trade War 2.0: Peran Manusia dalam Ketahanan Rantai Pasok Global
- Ketika Alam Menguji Bisnis: Menata Ulang Praktik Lingkungan Perusahaan
- Ketika Tumbler Jadi Cermin Bangsa: Mengapa Hal Sepele Bisa Menjadi Huru-hara?
- Trade War 2.0 dan Industri Otomotif: Dekade Paling Menentukan dalam 50 Tahun Terakhir
Statistik Pengunjung
- 75,104 hits
Postingan Yang Banyak Dibaca Hari Ini
Arsip
-
Join 14 other subscribers
January 2026 M T W T F S S 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 -
Komentar Terakhir