Pada suatu kali ada banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka,”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapaknya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (dikutip dari Injil Lukas 14:25-26). Continue reading
SIGIT DARMAWAN
-
Postingan Terakhir
- Ketika Robot Mulai Menari di Panggung Manusia
- Ketika Algoritma Salah Membaca Juara
- Ketika Trump Terbang ke Beijing: Trade War Sudah Usai, Kini Mulai Supply Chain War
- Dari AI ke ROI: Ketika Masa Depan Retail Indonesia Tidak Lagi Ditentukan oleh Toko, Tetapi oleh Algoritma
- Ketika Plastik Menjadi Risiko Bisnis
- Leadership in Polycrisis Era: Memimpin di Dunia yang Tidak Lagi Tunggal
- Politik Perdagangan dan Diplomasi: Ketika Rantai Pasok Menjadi Arena Kekuasaan
- Dari Knowledge Economy ke Intelligence Economy: Fenomena Universitas China Menutup Jurusan
- Selat Hormuz: Ketika Dunia Diguncang dari Sebuah Jalur Sempit
- Menguji Narasi Trade War 2.0: Apa yang Terjadi Setelah Tarif Trump Dibatalkan?
Statistik Pengunjung
- 76,088 hits
Postingan Yang Banyak Dibaca Hari Ini
Arsip
-
Join 14 other subscribers
June 2026 M T W T F S S 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 -
Komentar Terakhir