Tag Archives: transformasidigital

Predictive Government: Era Baru Mengelola Krisis

Oleh: Sigit Darmawan

“Masyarakat tidak langsung marah. Mereka memberi tanda. Hanya saja, sering kali tak terbaca.” Bagaimana membaca sinyal krisis di era digital? Di zaman digital, kemarahan publik tidak lagi meledak tiba-tiba. Ia muncul perlahan dari balik layar—lewat unggahan video, meme satir, hingga komentar yang menyebar dalam hitungan menit. Semuanya isyarat bahwa ada yang tidak beres. Namun, banyak pemangku kuasa masih terpaku pada pola lama: menunggu laporan resmi, bertumpu pada jalur birokrasi, dan baru bergerak setelah konflik meledak.

Contohnya nyata. Dalam lima hari demonstrasi bulan Agustus 2025 yang lalu, gelombang protes meluas di sejumlah kota di Indonesia. Isunya telah ramai dibahas tiga minggu sebelumnya di media sosial. Tagar penolakan muncul saban hari, video kritik dibagikan ribuan kali, dan keresahan publik begitu gamblang di ruang digital.

Continue reading

Paradox AI #2: Saat Mesin Memecat dan Membuka Peluang

gambar dari foley.com

Oleh Sigit Darmawan

Sepanjang 2024 hingga pertengahan 2025, kita menyaksikan fenomena ganjil. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi secara masif di sektor teknologi. Namun, di saat yang sama, lowongan pekerjaan baru di bidang kecerdasan buatan (AI) justru melonjak.

Di balik krisis kerja ini, muncul peluang karier baru. Peluang itu sebelumnya tidak dikenal. Inilah ironi besar. Layak disebut sebagai Paradoks AI.

Gelombang pertama PHK digital disebabkan oleh otomatisasi proses produksi. Itu terjadi pada era revolusi industri keempat. Kini, gelombang terbaru dipicu oleh adopsi luas sistem AI generatif.

Continue reading

AI Paradox #1: AI dan Gelombang Pemutusan Kerja Baru

Oleh: Sigit Darmawan

Kecerdasan buatan (AI) sedang tumbuh secara eksponensial. Teknologi ini tidak hanya mengubah pola konsumsi digital. AI kini juga mulai menyusun ulang lanskap ketenagakerjaan global.

Sejak awal 2024 hingga pertengahan 2025, ribuan pekerja dari berbagai perusahaan teknologi besar kehilangan pekerjaan. Bukan karena krisis keuangan, tetapi akibat efisiensi sistem yang digerakkan oleh AI.

Continue reading

Asap yang Memudar: Disrupsi, Daya Beli, dan Masa Depan Gudang Garam

Oleh: Sigit Darmawan

Kediri, kota yang lekat dengan aroma tembakau, kini merunduk dalam sepi. Gudang Garam (GG), simbol kejayaan kretek Indonesia, mengalami gejala kelesuan yang mencemaskan. Tidak hanya sebagai korporasi, tapi sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Laporan keuangan 2024 menunjukkan kenyataan pahit: laba bersih anjlok menjadi Rp980,8 miliar dari Rp5,3 triliun di 2023. Pendapatan juga turun dari Rp118 triliun menjadi Rp98 triliun.

Dalam lima tahun terakhir, laba Gudang Garam mengalami penyusutan rata-rata sebesar 31% (Laporan Keuangan GG, 2025). Harga saham GGRM pun jatuh drastis—dari Rp90.000 di 2019 menjadi hanya sekitar Rp9.100–15.000 pada pertengahan 2025 (Emitennews, 2025).

Continue reading

“Data Center dan Masa Depan yang Kita Titipkan ke Server”

Gambar dari digitalpower.huawei.com

Oleh: Sigit Darmawan

Di era teknologi ini, hidup kita tidak lagi hanya bergantung pada tanah, udara, dan air—tetapi juga pada kabel serat optik, server, dan pusat data. Di tempat itulah jutaan identitas kita disimpan, berbagai keputusan dianalis, dan arah peradaban disusun oleh angka dan algoritma.

Data tidak lagi hanya sebuah informasi. Ia sudah menjadi fondasi kekuatan baru. Negara yang mampu menguasai data dan infrastrukturnya, mereka punya kekuatan untuk mendorong arah dunia.

Continue reading

Winning with Data: Dari Intuisi Menuju Intelijen Kolektif di Sepakbola

Oleh: Sigit B. Darmawan

(Menyambut Laga Krusial Indonesia vs China)

Kemenangan dalam pertandingan sepak bola selama ini bertumpu kepada 3 hal: insting pelatih, intuisi pemain, dan semangat kolektif. Tetapi sekarang, sepak bola memasuki era baru: winning with data. Maka algoritma, sensor, dan big data menjadi bagian tak terpisahkan dari permainan modern.

Klub-klub besar tidak lagi hanya mengandalkan talenta atau pengalaman, tetapi juga sistem analitik yang presisi dan terukur. Lahirlah yang disebut sebagai intelijen kolektif—ekosistem terintegrasi yang melibatkan pelatih, analis data, tim medis, ahli nutrisi, hingga ilmuwan olahraga.

Continue reading

Algorithmic Leadership: Dari “Know-it-All” ke “Learn-it-All” – Evolusi Kepemimpinan

Gambar diambil dari Amazon.com

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Di banyak ruang rapat hari ini, kita masih sering melihat pemimpin yang merasa harus punya semua jawaban. Seolah menjadi pemimpin berarti menjadi pusat pengetahuan.

Tapi zaman berubah. Dan kini, yang kita butuhkan bukan lagi pemimpin yang tahu segalanya, melainkan pemimpin yang tahu cara bertanya.

Kita memasuki dunia yang semakin sunyi dari kepastian, tapi penuh oleh data. Dunia yang tidak lagi membutuhkan suara yang keras, melainkan telinga yang mampu mendengarkan—termasuk mendengarkan suara algoritma.

Continue reading

Dari Inovasi ke Registrasi: Ketika AI Menjadi Aset Geopolitik

Oleh :Sigit Darmawan

Gambar diambil dari website “The New Zeland Herald”

I.

Kita hidup di era ketika algoritma mengatur banyak aspek—dari bisnis, kesehatan, hingga kebijakan negara. Namun, di balik semua itu, muncul medan perang baru: bukan di medan tempur, tapi di ruang sidang kekayaan intelektual— paten.

Di sinilah AI bukan lagi sekadar alat. Ia berubah menjadi senjata strategis. Dari inovasi menuju registrasi, paten AI kini jadi tolok ukur kekuatan negara.

Continue reading