Monthly Archives: November 2025

Ketika Tumbler Jadi Cermin Bangsa: Mengapa Hal Sepele Bisa Menjadi Huru-hara?

Oleh: Sigit B. Darmawan

Ada kalanya sebuah bangsa bercermin bukan melalui peristiwa besar, melainkan lewat hal-hal kecil yang tidak kita sangka. Beberapa hari ini kita disuguhi kisah sebuah tumbler Tuku yang tertinggal di kereta dan tiba-tiba menjelma menjadi drama nasional. Linimasa penuh sesak, komentar tak henti bermunculan, media ikut mengulas, seolah negeri sedang diguncang isu strategis—padahal yang menjadi pusat perhatian hanyalah botol minum.

Sebuah tumbler, dengan harga yang bahkan tidak setara upah harian sebagian pekerja, berubah menjadi panggung tempat emosi publik, cara berpikir, dan watak digital kita tampil tanpa tapisan. Di situlah letak menariknya: bukan peristiwanya yang penting, tetapi reaksi kita.

Continue reading

Trade War 2.0 dan Industri Otomotif: Dekade Paling Menentukan dalam 50 Tahun Terakhir

Oleh Sigit Darmawan

Perang dagang generasi baru—yang belakangan dikenal sebagai Trade War 2.0—tidak lagi berdiri semata sebagai sengketa tarif antara dua kekuatan ekonomi. Bentuknya telah meluas menjadi pertarungan geopolitik, persaingan teknologi, hingga perebutan pusat produksi global yang memengaruhi hampir seluruh sektor industri. Dampaknya nyata, bergerak cepat, dan terasa hingga ke jantung rantai pasok dunia.

Di antara banyak industri yang terdampak, sektor otomotif menjadi salah satu yang paling merasakan guncangannya. Alasannya sederhana: industri otomotif masa kini bukan hanya merakit mobil. Ia merangkai ribuan komponen elektronik, sistem perangkat lunak, ekosistem energi baru, hingga jaringan logistik lintas benua yang sangat bergantung pada stabilitas pasokan global. Sekali ada simpul yang terputus, seluruh mesin produksi dapat berhenti.

Continue reading

Kita Tidak Kekurangan Teknologi, Kita Kekurangan Kolaborasi

(Pelajaran dari Transisi Energi untuk Dunia Korporasi: Inovasi gagal bukan karena alat, tetapi karena ekosistem.)

Oleh: Sigit B. Darmawan

Bulan September & Oktober 2025 ini saya berkesempatan menjadi pengampu beragam kelas pelatihan tentang Transisi Energi di PLN Group yang difasilitasi LAPI SBM ITB. Saya menemukan banyak hal menarik yang muncul di ruang diskusi. Para peserta — para pemimpin menengah dari berbagai unit bisnis PLN— berbagi pengalaman tentang tantangan menerapkan teknologi baru, mengubah pola kerja, serta menggerakkan kolaborasi lintas fungsi yang kadangkala terhambat oleh ego sektoral. Dari berbagai percakapan itu saya menyimpulkan satu hal: “Transformasi bukan sekadar isu teknologi, melainkan isu kepemimpinan dan kolaborasi.”

Continue reading