Category Archives: Bisnis dan Ekonomi

Peta Migrasi Jutawan Dunia: Persaingan Menarik Modal Manusia

Gambar : SINDONews.com

Oleh: Sigit Darmawan

Di balik perpindahan jutawan lintas negara, ada dinamika sangat kompleks. Ini bukan sekadar soal negara baru. Ini adalah sinyal penting: tentang kepercayaan pada iklim ekonomi, stabilitas politik, perlindungan hukum, dan mutu hidup.

Di era pascapandemi, persaingan antarnegara dalam menarik modal manusia semakin meningkat. Modal paling berpengaruh, yang tersembunyi dalam individu dengan kekayaan dan jaringan global.

Pada 2025, lebih dari 128.000 individu kaya (High Net Worth Individuals/ HNWI) diproyeksikan berpindah negara. Laporan Henley & Partners – Millionaire Migration Report 2025 menyebut ini sebagai angka tertinggi dalam 10 tahun.

Continue reading

Data vs Intuisi: Pelajaran dari Premier League untuk Bisnis dan Organisasi



(Menyambut Pembukaan Liga Primer Inggris)

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Ketepatan Angka, Kecepatan Strategi

Premier League bukan sekadar liga dengan nilai komersial tertinggi di dunia. Ia adalah ajang unjuk kecerdasan, teknologi, dan kepemimpinan. Di balik sorak penonton dan sorotan kamera, berlangsung pertarungan yang tak tampak— pertarungan data.

Musim 2025/2026 tidak hanya ditentukan oleh kecepatan atau taktik. Tapi juga oleh kemampuan klub membaca metrik dan menangkap momentum—dua hal krusial, namun kerap tidak seiring.

Continue reading

Mewarisi Kekayaan atau Mewarisi Peluang? Menelisik Sumber Kekayaan Para Miliarder Dunia

Oleh: Sigit Darmawan

Apakah kekayaan luar biasa para miliarder dunia lahir dari kerja keras? Ataukah sekadar keberuntungan lahir di keluarga yang tepat? Pertanyaan ini kerap terdengar klise bagi kita.

Namun, laporan Forbes edisi Juni 2025 memberi kita alasan untuk berpikir ulang. Data Forbes : Self-Made vs. Inherited Wealth, memperlihatkan bahwa 67,05% miliarder dunia merintis kekayaannya sendiri. Sementara 32,95% lainnya adalah pewaris kekayaan lintas generasi—baik melalui keluarga, kongsi usaha, maupun aset warisan.

Continue reading

Paradox AI #2: Saat Mesin Memecat dan Membuka Peluang

gambar dari foley.com

Oleh Sigit Darmawan

Sepanjang 2024 hingga pertengahan 2025, kita menyaksikan fenomena ganjil. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi secara masif di sektor teknologi. Namun, di saat yang sama, lowongan pekerjaan baru di bidang kecerdasan buatan (AI) justru melonjak.

Di balik krisis kerja ini, muncul peluang karier baru. Peluang itu sebelumnya tidak dikenal. Inilah ironi besar. Layak disebut sebagai Paradoks AI.

Gelombang pertama PHK digital disebabkan oleh otomatisasi proses produksi. Itu terjadi pada era revolusi industri keempat. Kini, gelombang terbaru dipicu oleh adopsi luas sistem AI generatif.

Continue reading

Obituari Kwik Kian Gie: Suara Nurani yang Tak Pernah Padam

Oleh: Sigit Darmawan

Pada Senin malam, 28 Juli 2025, Indonesia kehilangan salah satu sosok penjaga nurani bangsa. Kwik Kian Gie, ekonom yang tajam dan pemikir independen, tutup usia di umur 90 tahun. Ia bukan semata mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri atau Kepala Bappenas.

Bagi banyak dari kita, khususnya generasi yang besar di masa peralihan reformasi, Kwik adalah suara akal sehat yang tak lelah mengingatkan bahwa ekonomi bukan hanya urusan angka, melainkan persoalan keadilan bagi manusia.

Continue reading

AI Paradox #1: AI dan Gelombang Pemutusan Kerja Baru

Oleh: Sigit Darmawan

Kecerdasan buatan (AI) sedang tumbuh secara eksponensial. Teknologi ini tidak hanya mengubah pola konsumsi digital. AI kini juga mulai menyusun ulang lanskap ketenagakerjaan global.

Sejak awal 2024 hingga pertengahan 2025, ribuan pekerja dari berbagai perusahaan teknologi besar kehilangan pekerjaan. Bukan karena krisis keuangan, tetapi akibat efisiensi sistem yang digerakkan oleh AI.

Continue reading

Melihat yang Kita Miliki: Pendekatan Baru Mengubah Organisasi Lewat Appreciative Inquiry

Oleh: Sigit Darmawan

Dua orang berdiri di ujung tebing. Yang satu menatap gunungan hasil kerja keras, tersenyum sambil berkata, “Lihat apa yang sudah kita capai!” (Asset Based).
Yang lain menunjuk ke seberang, ke lubang kosong, sambil mengeluh, “Kita belum punya ini dan itu.” (Deficit Focused)

I.
Dua sudut pandang berbeda. Dua cara mengelola perubahan. Dan hasilnya bisa sangat berbeda.

Jumat 13 Juni 2025 lalu saya menghadiri peluncuran buku “Manajemen Strategis: Model Roket ST” yang ditulis oleh kawan saya, Dr. Sigit Triyono, Sekum LAI di gedung LAI. Buku itu ditulis sebagai panduan bagaimana organisasi nirlaba menyusun peta jalan perubahan yang komprehensif, tetap bertahan, serta berkembang dalam berbagai tantangan jaman dan multi krisis.

Continue reading

“Data Center dan Masa Depan yang Kita Titipkan ke Server”

Gambar dari digitalpower.huawei.com

Oleh: Sigit Darmawan

Di era teknologi ini, hidup kita tidak lagi hanya bergantung pada tanah, udara, dan air—tetapi juga pada kabel serat optik, server, dan pusat data. Di tempat itulah jutaan identitas kita disimpan, berbagai keputusan dianalis, dan arah peradaban disusun oleh angka dan algoritma.

Data tidak lagi hanya sebuah informasi. Ia sudah menjadi fondasi kekuatan baru. Negara yang mampu menguasai data dan infrastrukturnya, mereka punya kekuatan untuk mendorong arah dunia.

Continue reading