Paradox AI #2: Saat Mesin Memecat dan Membuka Peluang

gambar dari foley.com

Oleh Sigit Darmawan

Sepanjang 2024 hingga pertengahan 2025, kita menyaksikan fenomena ganjil. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi secara masif di sektor teknologi. Namun, di saat yang sama, lowongan pekerjaan baru di bidang kecerdasan buatan (AI) justru melonjak.

Di balik krisis kerja ini, muncul peluang karier baru. Peluang itu sebelumnya tidak dikenal. Inilah ironi besar. Layak disebut sebagai Paradoks AI.

Gelombang pertama PHK digital disebabkan oleh otomatisasi proses produksi. Itu terjadi pada era revolusi industri keempat. Kini, gelombang terbaru dipicu oleh adopsi luas sistem AI generatif.

Continue reading

Obituari Kwik Kian Gie: Suara Nurani yang Tak Pernah Padam

Oleh: Sigit Darmawan

Pada Senin malam, 28 Juli 2025, Indonesia kehilangan salah satu sosok penjaga nurani bangsa. Kwik Kian Gie, ekonom yang tajam dan pemikir independen, tutup usia di umur 90 tahun. Ia bukan semata mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri atau Kepala Bappenas.

Bagi banyak dari kita, khususnya generasi yang besar di masa peralihan reformasi, Kwik adalah suara akal sehat yang tak lelah mengingatkan bahwa ekonomi bukan hanya urusan angka, melainkan persoalan keadilan bagi manusia.

Continue reading

AI Paradox #1: AI dan Gelombang Pemutusan Kerja Baru

Oleh: Sigit Darmawan

Kecerdasan buatan (AI) sedang tumbuh secara eksponensial. Teknologi ini tidak hanya mengubah pola konsumsi digital. AI kini juga mulai menyusun ulang lanskap ketenagakerjaan global.

Sejak awal 2024 hingga pertengahan 2025, ribuan pekerja dari berbagai perusahaan teknologi besar kehilangan pekerjaan. Bukan karena krisis keuangan, tetapi akibat efisiensi sistem yang digerakkan oleh AI.

Continue reading

SORE: Waktu Tak Bisa Diulang, Tapi Bisa Ditebus

(Refleksi tentang sinema, hidup, dan harapan yang belum terlambat)

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Saya tidak punya ekspektasi tinggi saat memutuskan bersama keluarga untuk menonton film “Sore: Istri dari Masa Depan” akhir pekan lalu. Tetapi saya tidak menyangka, film ini memang menarik, mengesankan, dan menggugah banyak pertanyaan bagi saya.

Disutradarai oleh Yandy Laurems, film ini mengangkat cerita fiksi lintas waktu. Namun film ini tidak terperangkap dalam lubang romansa yang klise atau efek visual digital yang memikat. Justru, ia hadir dengan kesederhanaan namun realitas hidup.

Continue reading

Industrial Robotic Race: Peta Persaingan, Tren Global, dan Dampaknya bagi Masa Depan Industri

Oleh: Sigit Darmawan

Revolusi robotika industri tidak lagi menjadi sekadar simbol kemajuan teknologi, melainkan indikator strategis atas daya saing ekonomi dan kesiapan manufaktur suatu negara di tengah lanskap industri global yang terus berubah.

Laporan Visual Capitalist berdasarkan Artificial Intelligence Index Report 2025 dan data dari International Federation of Robotics (IFR) memperlihatkan dinamika pertumbuhan instalasi robot industri di berbagai negara pada tahun 2023. Hasilnya menggambarkan perubahan orientasi global dalam transformasi manufaktur berbasis automasi dan teknologi pintar.

Continue reading

Asap yang Memudar: Disrupsi, Daya Beli, dan Masa Depan Gudang Garam

Oleh: Sigit Darmawan

Kediri, kota yang lekat dengan aroma tembakau, kini merunduk dalam sepi. Gudang Garam (GG), simbol kejayaan kretek Indonesia, mengalami gejala kelesuan yang mencemaskan. Tidak hanya sebagai korporasi, tapi sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Laporan keuangan 2024 menunjukkan kenyataan pahit: laba bersih anjlok menjadi Rp980,8 miliar dari Rp5,3 triliun di 2023. Pendapatan juga turun dari Rp118 triliun menjadi Rp98 triliun.

Dalam lima tahun terakhir, laba Gudang Garam mengalami penyusutan rata-rata sebesar 31% (Laporan Keuangan GG, 2025). Harga saham GGRM pun jatuh drastis—dari Rp90.000 di 2019 menjadi hanya sekitar Rp9.100–15.000 pada pertengahan 2025 (Emitennews, 2025).

Continue reading

Perang AI dan Disinformasi dalam Konflik Timur Tengah

gambar dari haloblitar.com

Oleh: Sigit Darmawan

Tujuh hari terakhir ini, dunia menonton babak baru dari konflik Timur Tengah. Bukan di medan gurun atau langit-langit kota, tetapi di layar gawai penduduk dunia yang menyala sepanjang hari. Israel dan Iran memang saling serang di udara, tapi ada pertempuran lain yang lebih licik: perang informasi palsu berbasis Artificial Intelligence(AI).

Media sosial kini berubah jadi “ladang ranjau”. Gambar korban, video ledakan, bangunan runtuh, bahkan potongan pidato politik— bersliweran tanpa kejelasan asal-usul. Sebagian besar berasal dari kecerdasan buatan yang pintar tapi tidak punya hati. Banyak orang yang langsung menerima mentah-mentah. Lalu pikir panjang orang-orang menyebarkannya.

Continue reading

Melihat yang Kita Miliki: Pendekatan Baru Mengubah Organisasi Lewat Appreciative Inquiry

Oleh: Sigit Darmawan

Dua orang berdiri di ujung tebing. Yang satu menatap gunungan hasil kerja keras, tersenyum sambil berkata, “Lihat apa yang sudah kita capai!” (Asset Based).
Yang lain menunjuk ke seberang, ke lubang kosong, sambil mengeluh, “Kita belum punya ini dan itu.” (Deficit Focused)

I.
Dua sudut pandang berbeda. Dua cara mengelola perubahan. Dan hasilnya bisa sangat berbeda.

Jumat 13 Juni 2025 lalu saya menghadiri peluncuran buku “Manajemen Strategis: Model Roket ST” yang ditulis oleh kawan saya, Dr. Sigit Triyono, Sekum LAI di gedung LAI. Buku itu ditulis sebagai panduan bagaimana organisasi nirlaba menyusun peta jalan perubahan yang komprehensif, tetap bertahan, serta berkembang dalam berbagai tantangan jaman dan multi krisis.

Continue reading