Monthly Archives: June 2025

Asap yang Memudar: Disrupsi, Daya Beli, dan Masa Depan Gudang Garam

Oleh: Sigit Darmawan

Kediri, kota yang lekat dengan aroma tembakau, kini merunduk dalam sepi. Gudang Garam (GG), simbol kejayaan kretek Indonesia, mengalami gejala kelesuan yang mencemaskan. Tidak hanya sebagai korporasi, tapi sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Laporan keuangan 2024 menunjukkan kenyataan pahit: laba bersih anjlok menjadi Rp980,8 miliar dari Rp5,3 triliun di 2023. Pendapatan juga turun dari Rp118 triliun menjadi Rp98 triliun.

Dalam lima tahun terakhir, laba Gudang Garam mengalami penyusutan rata-rata sebesar 31% (Laporan Keuangan GG, 2025). Harga saham GGRM pun jatuh drastis—dari Rp90.000 di 2019 menjadi hanya sekitar Rp9.100–15.000 pada pertengahan 2025 (Emitennews, 2025).

Continue reading

Perang AI dan Disinformasi dalam Konflik Timur Tengah

gambar dari haloblitar.com

Oleh: Sigit Darmawan

Tujuh hari terakhir ini, dunia menonton babak baru dari konflik Timur Tengah. Bukan di medan gurun atau langit-langit kota, tetapi di layar gawai penduduk dunia yang menyala sepanjang hari. Israel dan Iran memang saling serang di udara, tapi ada pertempuran lain yang lebih licik: perang informasi palsu berbasis Artificial Intelligence(AI).

Media sosial kini berubah jadi “ladang ranjau”. Gambar korban, video ledakan, bangunan runtuh, bahkan potongan pidato politik— bersliweran tanpa kejelasan asal-usul. Sebagian besar berasal dari kecerdasan buatan yang pintar tapi tidak punya hati. Banyak orang yang langsung menerima mentah-mentah. Lalu pikir panjang orang-orang menyebarkannya.

Continue reading

Melihat yang Kita Miliki: Pendekatan Baru Mengubah Organisasi Lewat Appreciative Inquiry

Oleh: Sigit Darmawan

Dua orang berdiri di ujung tebing. Yang satu menatap gunungan hasil kerja keras, tersenyum sambil berkata, “Lihat apa yang sudah kita capai!” (Asset Based).
Yang lain menunjuk ke seberang, ke lubang kosong, sambil mengeluh, “Kita belum punya ini dan itu.” (Deficit Focused)

I.
Dua sudut pandang berbeda. Dua cara mengelola perubahan. Dan hasilnya bisa sangat berbeda.

Jumat 13 Juni 2025 lalu saya menghadiri peluncuran buku “Manajemen Strategis: Model Roket ST” yang ditulis oleh kawan saya, Dr. Sigit Triyono, Sekum LAI di gedung LAI. Buku itu ditulis sebagai panduan bagaimana organisasi nirlaba menyusun peta jalan perubahan yang komprehensif, tetap bertahan, serta berkembang dalam berbagai tantangan jaman dan multi krisis.

Continue reading

“Data Center dan Masa Depan yang Kita Titipkan ke Server”

Gambar dari digitalpower.huawei.com

Oleh: Sigit Darmawan

Di era teknologi ini, hidup kita tidak lagi hanya bergantung pada tanah, udara, dan air—tetapi juga pada kabel serat optik, server, dan pusat data. Di tempat itulah jutaan identitas kita disimpan, berbagai keputusan dianalis, dan arah peradaban disusun oleh angka dan algoritma.

Data tidak lagi hanya sebuah informasi. Ia sudah menjadi fondasi kekuatan baru. Negara yang mampu menguasai data dan infrastrukturnya, mereka punya kekuatan untuk mendorong arah dunia.

Continue reading

Jesus Revolution: Kebangkitan Rohani atau Euforia Sesaat?

Oleh: Sigit Darmawan

Beberapa bulan terakhir, reel IG saya dipenuhi video anak-anak muda di kota-kota Eropa yang bernyanyi lagu spiritual di ruang-ruang publik: Roma, Paris, London, Dublin, Amsterdam. Mereka menggelar Jesus March. Berjalan sembari memuji Tuhan, berdoa, dan memberikan kesaksian iman mereka.

Fenomena ini sudah muncul di 5 tahun terakhir: Jesus Revolution(JR). Aktivitas yang mengusung semangat penginjilan terbuka, penyembahan terbuka, dan (sering) disertai “pertobatan” dan pembaptisan.

Continue reading

Winning with Data: Dari Intuisi Menuju Intelijen Kolektif di Sepakbola

Oleh: Sigit B. Darmawan

(Menyambut Laga Krusial Indonesia vs China)

Kemenangan dalam pertandingan sepak bola selama ini bertumpu kepada 3 hal: insting pelatih, intuisi pemain, dan semangat kolektif. Tetapi sekarang, sepak bola memasuki era baru: winning with data. Maka algoritma, sensor, dan big data menjadi bagian tak terpisahkan dari permainan modern.

Klub-klub besar tidak lagi hanya mengandalkan talenta atau pengalaman, tetapi juga sistem analitik yang presisi dan terukur. Lahirlah yang disebut sebagai intelijen kolektif—ekosistem terintegrasi yang melibatkan pelatih, analis data, tim medis, ahli nutrisi, hingga ilmuwan olahraga.

Continue reading