Monthly Archives: April 2026

Ketika Plastik Menjadi Risiko Bisnis

(Mengapa lonjakan harga kemasan harus dibaca sebagai sinyal strategis, bukan sekadar gangguan biaya)

Oleh: Sigit Darmawan

Beberapa waktu lalu, di sela konsultansi merancang modul pelatihan supply chain untuk sebuah grup perusahaan FMCG, saya berbincang dengan seorang procurement manager. Topiknya sederhana: plastik.

Namun seperti banyak percakapan di dunia bisnis, yang tampak kecil sering kali menyimpan sinyal besar.

“Wah…Harga plastik sudah naik 2–3 kali lipat pak! Pasokan juga tidak pasti. Kuartal satu aman. Entah di kuartal dua ini. Kalau ini berlanjut terus, margin bisa tertekan 2–3 persen.”

Continue reading

Leadership in Polycrisis Era: Memimpin di Dunia yang Tidak Lagi Tunggal

“Krisis hari ini tidak datang satu per satu. Ia datang bersamaan—dan saling memperkuat.”

Oleh: Sigit Darmawan

Dunia yang Tidak Lagi Sederhana

Dalam Trade War 2.0, saya menggambarkan bagaimana dunia tidak lagi bergerak dalam logika ekonomi semata. Perdagangan tidak lagi netral. Rantai pasok tidak lagi ditentukan oleh efisiensi, tetapi oleh kekuatan geopolitik, aliansi, dan kepentingan nasional.

Apa yang dahulu kita pahami sebagai globalisasi—arus barang yang bebas, biaya yang optimal, dan jaringan yang efisien—perlahan berubah menjadi sistem yang terfragmentasi. Negara memilih mitra. Perusahaan menata ulang rantai pasok. Risiko tidak lagi tersembunyi, tetapi menjadi bagian dari strategi.

Namun satu hal yang semakin jelas: Trade war bukan satu-satunya krisis.

Continue reading

Politik Perdagangan dan Diplomasi: Ketika Rantai Pasok Menjadi Arena Kekuasaan

Oleh: Sigit Darmawan

“Perang modern tidak dimulai dengan tembakan pertama. Ia dimulai ketika akses dihentikan.”

Dalam buku Trade War 2.0, saya menulis satu kalimat di salah satu bab yang saat itu terasa seperti peringatan. Hari ini, kalimat itu menjadi kenyataan: “Ketika jalur distribusi terganggu, dunia tidak kehilangan energi—dunia kehilangan akses terhadap energi.”

Dan ketika akses hilang, yang terjadi bukan sekadar krisis energi. Yang terjadi adalah pergeseran kekuasaan.

Dunia hari ini tidak kekurangan energi. Dunia kehilangan kepastian.

Continue reading