Category Archives: Bisnis dan Ekonomi

“Hari Pembebasan” Trump: Saat Dunia Mulai Menata Ulang Meja Perdagangan

Oleh: Sigit Darmawan

I. Trump 2.0 dan Kebijakan Tarif Baru AS

Pada 3 April 2025, dunia kembali diguncang. Trump—yang menduduki Gedung Putih untuk periode kedua—mengumumkan paket tarif besar-besaran atas barang impor ke Amerika Serikat. Kali ini lebih sistematis, lebih agresif, dan menyasar hampir seluruh mitra dagang utama AS, termasuk Indonesia. Donald Trump menyebutnya sebagai Liberation Day. Sebuah hari kemenangan. Tapi untuk siapa?

Continue reading →

Human-Centered Business: Peran Manusia di Era Teknologi dan Otomasi

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Tulisan saya tentang “Dark Factory: Revolusi Manufaktur Tanpa Sentuhan Manusia” telah memunculkan beragam pertanyaan yang ditujukan kepada saya. Muara pertanyaannya sama: bagaimana situasi manusia dengan semua perubahan akibat teknologi tersebut? Tulisan saya ini adalah respon atas pertanyaan yang (mungkin) menjadi kegelisahan, sekaligus kecemasan kita semua.

Continue reading →

Dark Factory : Revolusi Manufaktur Tanpa Sentuhan Manusia

Oleh: Sigit Darmawan

I.
China dikenal sebagai pusat manufaktur global (factory of the world), tempat jutaan pekerja memenuhi pabrik-pabrik raksasa, merakit produk dengan kecepatan luar biasa. Tapi itu sekarang berubah. Upah naik, tenaga kerja menyusut, persaingan semakin ketat. China memilih jalan paling radikal: menghilangkan manusia dari pabrik.

Continue reading →

“Menyongsong Dunia 2025: Dari Dominasi ke Multipolaritas”

Oleh:  Sigit Darmawan

(Catatan dari Global Trends 2025)

Tahun 2025, panggung besar dunia akan dipenuhi aktor-aktor baru. Dominasi Barat, terutama Amerika Serikat, mulai pudar. Dunia multipolar yang penuh dinamika sedang menjelang. Kekuasaan ekonomi, politik, dan sosial kini tersebar lebih luas, tidak hanya di tangan negara-negara maju, tetapi juga negara berkembang, aktor non-negara, hingga teknologi.

Itulah inti laporan Global Trends 2025: A Transformed World, yang diterbitkan oleh National Intelligence Council (NIC). Sebagai badan strategis di bawah Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, NIC bertugas memberikan kajian dan analisis mendalam untuk membantu pembuat kebijakan memahami tren besar dunia di masa depan.

Continue reading →

Web 3.0: Melintasi Perbatasan Baru Transformasi Digital

Oleh : Sigit Darmawan

Kita (mungkin) sudah mendengar tentang Web 3.0, Generasi ketiga Internet. Sering disebut sebagai masa depan internet, bahkan masa depan bisnis. Apakah ini hanya sekadar kehebohan (hype), atau memang ada potensi nyata di sana?

Kita perlu melihat perjalanan internet. Web 1.0 adalah era sederhana. Pengguna hanya bisa membaca informasi—tak ada yang bisa dilakukan selain mengonsumsi. Internet menjadi ensiklopedia digital.

Era Web 2.0, membawa perubahan besar. Pengguna mulai bisa membuat konten, berinteraksi, dan berbagi. Facebook, Youtube, Instagram, e-commerce, blog tumbuh dan berkembang.

Continue reading →

Great Reallocation: Pergeseran Poros Manufaktur Global

Oleh: Sigit Darmawan

Fenomena “Great Reallocation” menjadi salah satu topik hangat di kalangan industri global beberapa tahun terakhir. Istilah ini merujuk pada pergeseran besar dalam rantai pasok global, khususnya perpindahan basis produksi dari China ke negara-negara di Asia Tenggara dan India. Beberapa faktor kunci yang memicu fenomena ini adalah perang dagang antara Amerika Serikat dan China, disrupsi rantai pasok akibat pandemi COVID-19, serta peningkatan ketergantungan perusahaan pada sumber pasokan tunggal dari China.

China, yang dalam beberapa dekade terakhir dianggap sebagai “Factory of the World“, kini mulai kehilangan dominasinya. Banyak perusahaan multinasional memutuskan untuk mengalihkan operasi manufakturnya dari China. Sebuah langkah yang dikenal sebagai strategi “China + 1” atau “China +”. Strategi ini menekankan perlunya memiliki basis produksi tambahan di luar China untuk mengurangi risiko ketergantungan yang terlalu besar terhadap satu negara.

Continue reading →

Reverse Mentoring dalam Pelayanan Kristen: Belajar dari yang Muda, Bertumbuh Bersama yang Tua (2)



Oleh: Sigit B. Darmawan


I.
Dalam dunia pelayanan Kristen, relasi antargenerasi sering kali dipahami sebagai hubungan satu arah—yang tua mengajar, yang muda mendengar. Namun jika direnungkan kembali, peran generasi muda dan tua dalam karya Allah sejatinya bisa berjalan dua arah.

Konsep reverse mentoring, yakni ketika orang muda membimbing yang lebih tua, menawarkan pendekatan baru yang berlandaskan kasih dan semangat saling belajar. Dalam praktik ini, baik mentor muda maupun mentee yang lebih tua dipanggil untuk memiliki kerendahan hati.

Continue reading →

Belajar dari yang Muda: Seni Mendengar dan Bertumbuh di Era Reverse Mentoring (1)

Oleh: Sigit Darmawan


I.

Ada satu fenomena yang mungkin terdengar asing bagi mereka yang terbiasa dengan pola hierarki tradisional: reverse mentoring. Ini adalah konsep di mana individu muda membimbing mereka yang lebih tua; karyawan junior berbagi wawasan kepada senior; dan pegawai baru membantu manajer berpengalaman memahami dunia kerja yang telah berubah cepat.

Continue reading →