“Mas, kok tempenya tipis amat? Kemarin-kemarin masih tebel”, gurau saya saat mampir ke penjual gorengan di dekat rumah. “Wah, harga kedelai naik mas. Tidak mungkin naikin harga tempe goreng, konsumennya belum tentu mau beli”, keluh tukang goreng itu. “Trus gimana mas nyiasatinya?”, tanya saya. “Ya itu tadi mas. Saya modifikasi sedikitlah, yang penting rasanya masih oke. He-he-he”, jawab penjual gorengan itu sambil tertawa penuh kepahitan. Continue reading
SIGIT DARMAWAN
-
Postingan Terakhir
- Piala Dunia 2026: Ketika Algoritma Sudah Memilih Juaranya
- PMI, Rantai Pasok dan Pertaruhan Daya Saing
- Ketika Robot Mulai Menari di Panggung Manusia
- Ketika Algoritma Salah Membaca Juara
- Ketika Trump Terbang ke Beijing: Trade War Sudah Usai, Kini Mulai Supply Chain War
- Dari AI ke ROI: Ketika Masa Depan Retail Indonesia Tidak Lagi Ditentukan oleh Toko, Tetapi oleh Algoritma
- Ketika Plastik Menjadi Risiko Bisnis
- Leadership in Polycrisis Era: Memimpin di Dunia yang Tidak Lagi Tunggal
- Politik Perdagangan dan Diplomasi: Ketika Rantai Pasok Menjadi Arena Kekuasaan
- Dari Knowledge Economy ke Intelligence Economy: Fenomena Universitas China Menutup Jurusan
Statistik Pengunjung
- 76,122 hits
Postingan Yang Banyak Dibaca Hari Ini
- Piala Dunia 2026: Ketika Algoritma Sudah Memilih Juaranya
- PMI, Rantai Pasok dan Pertaruhan Daya Saing
- Ketika Robot Mulai Menari di Panggung Manusia
- Ketika Algoritma Salah Membaca Juara
- Ketika Trump Terbang ke Beijing: Trade War Sudah Usai, Kini Mulai Supply Chain War
- Dari AI ke ROI: Ketika Masa Depan Retail Indonesia Tidak Lagi Ditentukan oleh Toko, Tetapi oleh Algoritma
- Ketika Plastik Menjadi Risiko Bisnis
- Leadership in Polycrisis Era: Memimpin di Dunia yang Tidak Lagi Tunggal
- Politik Perdagangan dan Diplomasi: Ketika Rantai Pasok Menjadi Arena Kekuasaan
- Dari Knowledge Economy ke Intelligence Economy: Fenomena Universitas China Menutup Jurusan
Arsip
-
Join 14 other subscribers
-
Komentar Terakhir