Category Archives: Bisnis dan Ekonomi

Dari Inovasi ke Registrasi: Ketika AI Menjadi Aset Geopolitik

Oleh :Sigit Darmawan

Gambar diambil dari website “The New Zeland Herald”

I.

Kita hidup di era ketika algoritma mengatur banyak aspek—dari bisnis, kesehatan, hingga kebijakan negara. Namun, di balik semua itu, muncul medan perang baru: bukan di medan tempur, tapi di ruang sidang kekayaan intelektual— paten.

Di sinilah AI bukan lagi sekadar alat. Ia berubah menjadi senjata strategis. Dari inovasi menuju registrasi, paten AI kini jadi tolok ukur kekuatan negara.

Continue reading

Rantai Pasok FMCG Indonesia: Tangguhkah Hadapi Guncangan Global?

Oleh: Sigit Darmawan

Kebijakan tarif baru yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 3 April 2025, dalam narasi Liberation Day, menjadi pemicu ketidakpastian baru terhadap stabilitas rantai pasok global. Indonesia ikut terdampak, termasuk sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan ritel modern yang selama ini menopang konsumsi rumah tangga secara nasional.

Continue reading

Nissan: Raksasa yang Rapuh – Pelajaran Kepemimpinan Bisnis

Oleh: Sigit Darmawan

I. Kebangkitan dan Kerapuhan

Dalam dua dekade, Nissan dikenal sebagai raksasa otomotif yang tak terkalahkan — salah satu simbol kebangkitan industri otomotif Jepang. Mereka menjadi pelopor mobil listrik dengan Nissan Leaf yang revolusioner. Namun hari ini, Nissan bagai raksasa yang limbung dan sedang berjuang untuk bertahan dalam krisis. Mereka tersandung oleh masalah yang sebenarnya bisa dihindari.

Continue reading

“Hari Pembebasan” Trump: Saat Dunia Mulai Menata Ulang Meja Perdagangan

Oleh: Sigit Darmawan

I. Trump 2.0 dan Kebijakan Tarif Baru AS

Pada 3 April 2025, dunia kembali diguncang. Trump—yang menduduki Gedung Putih untuk periode kedua—mengumumkan paket tarif besar-besaran atas barang impor ke Amerika Serikat. Kali ini lebih sistematis, lebih agresif, dan menyasar hampir seluruh mitra dagang utama AS, termasuk Indonesia. Donald Trump menyebutnya sebagai Liberation Day. Sebuah hari kemenangan. Tapi untuk siapa?

Continue reading

Human-Centered Business: Peran Manusia di Era Teknologi dan Otomasi

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Tulisan saya tentang “Dark Factory: Revolusi Manufaktur Tanpa Sentuhan Manusia” telah memunculkan beragam pertanyaan yang ditujukan kepada saya. Muara pertanyaannya sama: bagaimana situasi manusia dengan semua perubahan akibat teknologi tersebut? Tulisan saya ini adalah respon atas pertanyaan yang (mungkin) menjadi kegelisahan, sekaligus kecemasan kita semua.

Continue reading

Dark Factory : Revolusi Manufaktur Tanpa Sentuhan Manusia

Oleh: Sigit Darmawan

I.
China dikenal sebagai pusat manufaktur global (factory of the world), tempat jutaan pekerja memenuhi pabrik-pabrik raksasa, merakit produk dengan kecepatan luar biasa. Tapi itu sekarang berubah. Upah naik, tenaga kerja menyusut, persaingan semakin ketat. China memilih jalan paling radikal: menghilangkan manusia dari pabrik.

Continue reading

“Menyongsong Dunia 2025: Dari Dominasi ke Multipolaritas”

Oleh:  Sigit Darmawan

(Catatan dari Global Trends 2025)

Tahun 2025, panggung besar dunia akan dipenuhi aktor-aktor baru. Dominasi Barat, terutama Amerika Serikat, mulai pudar. Dunia multipolar yang penuh dinamika sedang menjelang. Kekuasaan ekonomi, politik, dan sosial kini tersebar lebih luas, tidak hanya di tangan negara-negara maju, tetapi juga negara berkembang, aktor non-negara, hingga teknologi.

Itulah inti laporan Global Trends 2025: A Transformed World, yang diterbitkan oleh National Intelligence Council (NIC). Sebagai badan strategis di bawah Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, NIC bertugas memberikan kajian dan analisis mendalam untuk membantu pembuat kebijakan memahami tren besar dunia di masa depan.

Continue reading

Web 3.0: Melintasi Perbatasan Baru Transformasi Digital

Oleh : Sigit Darmawan

Kita (mungkin) sudah mendengar tentang Web 3.0, Generasi ketiga Internet. Sering disebut sebagai masa depan internet, bahkan masa depan bisnis. Apakah ini hanya sekadar kehebohan (hype), atau memang ada potensi nyata di sana?

Kita perlu melihat perjalanan internet. Web 1.0 adalah era sederhana. Pengguna hanya bisa membaca informasi—tak ada yang bisa dilakukan selain mengonsumsi. Internet menjadi ensiklopedia digital.

Era Web 2.0, membawa perubahan besar. Pengguna mulai bisa membuat konten, berinteraksi, dan berbagi. Facebook, Youtube, Instagram, e-commerce, blog tumbuh dan berkembang.

Continue reading