“Mas, kok tempenya tipis amat? Kemarin-kemarin masih tebel”, gurau saya saat mampir ke penjual gorengan di dekat rumah. “Wah, harga kedelai naik mas. Tidak mungkin naikin harga tempe goreng, konsumennya belum tentu mau beli”, keluh tukang goreng itu. “Trus gimana mas nyiasatinya?”, tanya saya. “Ya itu tadi mas. Saya modifikasi sedikitlah, yang penting rasanya masih oke. He-he-he”, jawab penjual gorengan itu sambil tertawa penuh kepahitan. Continue reading
SIGIT DARMAWAN
-
Postingan Terakhir
- Ketika Tesla Roadster Menantang Gravitasi: Inovasi atau Sekadar Pertunjukan?
- Licence to Operate: Pelajaran dari Data Center Jatiluhur
- Ketika Semua Orang Bersujud, Adakah Kita Tetap Berdiri?
- Pendidikan Gratis sampai Perguruan Tinggi: Mimpi Besar, Ujian Besar bagi APBN
- APBN sebagai Dokumen Kepercayaan Bangsa
- Kalimantan dalam Kepungan Api: Hutan Sebagai Cermin Peradaban Kita
- China: Ketika Pembangunan Menjadi Sebuah Sistem
- China: Domestic First, World Class
- Zhangjiajie: Pariwisata Kota yang Direkayasa Menjadi Pengalaman
- Fenghuang: Kota Tua yang Tetap Hidup
Statistik Pengunjung
- 77,272 hits
Postingan Yang Banyak Dibaca Hari Ini
Arsip
-
Join 15 other subscribers
-
Komentar Terakhir