Perang AI dan Disinformasi dalam Konflik Timur Tengah

gambar dari haloblitar.com

Oleh: Sigit Darmawan

Tujuh hari terakhir ini, dunia menonton babak baru dari konflik Timur Tengah. Bukan di medan gurun atau langit-langit kota, tetapi di layar gawai penduduk dunia yang menyala sepanjang hari. Israel dan Iran memang saling serang di udara, tapi ada pertempuran lain yang lebih licik: perang informasi palsu berbasis Artificial Intelligence(AI).

Media sosial kini berubah jadi “ladang ranjau”. Gambar korban, video ledakan, bangunan runtuh, bahkan potongan pidato politik— bersliweran tanpa kejelasan asal-usul. Sebagian besar berasal dari kecerdasan buatan yang pintar tapi tidak punya hati. Banyak orang yang langsung menerima mentah-mentah. Lalu pikir panjang orang-orang menyebarkannya.

Continue reading

Melihat yang Kita Miliki: Pendekatan Baru Mengubah Organisasi Lewat Appreciative Inquiry

Oleh: Sigit Darmawan

Dua orang berdiri di ujung tebing. Yang satu menatap gunungan hasil kerja keras, tersenyum sambil berkata, “Lihat apa yang sudah kita capai!” (Asset Based).
Yang lain menunjuk ke seberang, ke lubang kosong, sambil mengeluh, “Kita belum punya ini dan itu.” (Deficit Focused)

I.
Dua sudut pandang berbeda. Dua cara mengelola perubahan. Dan hasilnya bisa sangat berbeda.

Jumat 13 Juni 2025 lalu saya menghadiri peluncuran buku “Manajemen Strategis: Model Roket ST” yang ditulis oleh kawan saya, Dr. Sigit Triyono, Sekum LAI di gedung LAI. Buku itu ditulis sebagai panduan bagaimana organisasi nirlaba menyusun peta jalan perubahan yang komprehensif, tetap bertahan, serta berkembang dalam berbagai tantangan jaman dan multi krisis.

Continue reading

“Data Center dan Masa Depan yang Kita Titipkan ke Server”

Gambar dari digitalpower.huawei.com

Oleh: Sigit Darmawan

Di era teknologi ini, hidup kita tidak lagi hanya bergantung pada tanah, udara, dan air—tetapi juga pada kabel serat optik, server, dan pusat data. Di tempat itulah jutaan identitas kita disimpan, berbagai keputusan dianalis, dan arah peradaban disusun oleh angka dan algoritma.

Data tidak lagi hanya sebuah informasi. Ia sudah menjadi fondasi kekuatan baru. Negara yang mampu menguasai data dan infrastrukturnya, mereka punya kekuatan untuk mendorong arah dunia.

Continue reading

Jesus Revolution: Kebangkitan Rohani atau Euforia Sesaat?

Oleh: Sigit Darmawan

Beberapa bulan terakhir, reel IG saya dipenuhi video anak-anak muda di kota-kota Eropa yang bernyanyi lagu spiritual di ruang-ruang publik: Roma, Paris, London, Dublin, Amsterdam. Mereka menggelar Jesus March. Berjalan sembari memuji Tuhan, berdoa, dan memberikan kesaksian iman mereka.

Fenomena ini sudah muncul di 5 tahun terakhir: Jesus Revolution(JR). Aktivitas yang mengusung semangat penginjilan terbuka, penyembahan terbuka, dan (sering) disertai “pertobatan” dan pembaptisan.

Continue reading

Winning with Data: Dari Intuisi Menuju Intelijen Kolektif di Sepakbola

Oleh: Sigit B. Darmawan

(Menyambut Laga Krusial Indonesia vs China)

Kemenangan dalam pertandingan sepak bola selama ini bertumpu kepada 3 hal: insting pelatih, intuisi pemain, dan semangat kolektif. Tetapi sekarang, sepak bola memasuki era baru: winning with data. Maka algoritma, sensor, dan big data menjadi bagian tak terpisahkan dari permainan modern.

Klub-klub besar tidak lagi hanya mengandalkan talenta atau pengalaman, tetapi juga sistem analitik yang presisi dan terukur. Lahirlah yang disebut sebagai intelijen kolektif—ekosistem terintegrasi yang melibatkan pelatih, analis data, tim medis, ahli nutrisi, hingga ilmuwan olahraga.

Continue reading

Polemik Ijazah Palsu dan Urgensi Autentikasi Digital

Gambar diambil dari Hukumonline.com

Oleh: Sigit Darmawan

Polemik ijazah palsu mencuat kembali dalam beberapa tahun terakhir. Polemik ini mengganggu kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. Ini sekaligus menyingkap salah satu titik rawan dalam sistem pendidikan nasional: lemahnya mekanisme verifikasi dokumen akademik.

Di era ketika teknologi telah memasuki hampir seluruh aspek kehidupan, maka ironis jika verifikasi keaslian ijazah masih bergantung pada proses manual. Tentu ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menyangkut integritas sistem dan legitimasi hasil pendidikan.

Continue reading

Algorithmic Leadership: Dari “Know-it-All” ke “Learn-it-All” – Evolusi Kepemimpinan

Gambar diambil dari Amazon.com

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Di banyak ruang rapat hari ini, kita masih sering melihat pemimpin yang merasa harus punya semua jawaban. Seolah menjadi pemimpin berarti menjadi pusat pengetahuan.

Tapi zaman berubah. Dan kini, yang kita butuhkan bukan lagi pemimpin yang tahu segalanya, melainkan pemimpin yang tahu cara bertanya.

Kita memasuki dunia yang semakin sunyi dari kepastian, tapi penuh oleh data. Dunia yang tidak lagi membutuhkan suara yang keras, melainkan telinga yang mampu mendengarkan—termasuk mendengarkan suara algoritma.

Continue reading

Algorithmic Leadership: Dunia Berubah, Pemimpin Harus Reboot

Gambar diambil dari aha.org

Oleh: Sigit Darmawan

I.

Saya pernah duduk berhadapan dengan seorang pemimpin senior perusahaan yang sangat disegani. Bicaranya perlahan, tapi dalam. Matanya menyimpan kegelisahan yang tak ia ucapkan. Setelah hening cukup lama, ia berkata: “Dulu saya tahu apa yang harus saya lakukan. Sekarang, saya tidak yakin.”

Saya tidak menyela. Karena saya tahu, banyak pemimpin lain diam-diam merasakan hal yang sama. Dunia berubah begitu cepat. Dulu yang menjadi keunggulan, kini hanya jadi kenangan. Kita hidup dalam dunia yang tidak lagi sama.

Continue reading