(Seri 3 — Jangan Memikul Koper Hari Esok Hari Ini)

Oleh: Sigit B. Darmawan
Salah satu pergumulan terbesar keluarga yang terdampak gangguan kesehatan mental adalah mengatasi kekhawatiran. Ini pergumulan yang sangat nyata.
Saya bisa merasakannya. Juga dalam pengalaman memfasilitasi keluarga yang terdampak, termasuk dalam family connecting support group. Di ruang-ruang seperti itu, saya sering mendengar kegelisahan yang sangat manusiawi: bagaimana nanti kalau gejala itu muncul lagi? Bagaimana kalau pengobatan tidak berjalan baik? Bagaimana kalau keluarga tidak sanggup lagi? Bagaimana dengan masa depannya?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak muncul karena kurang iman. Sering kali justru muncul karena kasih. Kita khawatir karena kita mengasihi. Kita takut karena kita tidak ingin orang yang kita kasihi semakin menderita.
Continue reading