Category Archives: Sosial Politik

Tahun Balon

“Tahun balon” begitu kata pengamat ekonomi Rizal Ramli, ketika merujuk kepada fenomena ekonomi balon (bubble economic) yang gejala-gejalanya mulai terlihat, seperti ketimpangan pertumbuhan sektor finansial dan sektor perdagangan, dan aliran modal spekulatif yang melambungkan nilai saham di bursa efek. Dunia juga berada dalam ambang krisis ekonomi global yang dipicu oleh ancaman resesi ekonomi yang sedang melanda Amerika Serikat. Dampak resesi yang sedang melanda Amerika ini akan berdampak luas kepada perekonomian Indonesia. Continue reading

Republik Tempe

“Mas, kok tempenya tipis amat? Kemarin-kemarin masih tebel”, gurau saya saat mampir ke penjual gorengan di dekat rumah. “Wah, harga kedelai naik mas. Tidak mungkin naikin harga tempe goreng, konsumennya belum tentu mau beli”, keluh tukang goreng itu. “Trus gimana mas nyiasatinya?”, tanya saya. “Ya itu tadi mas. Saya modifikasi sedikitlah, yang penting rasanya masih oke. He-he-he”, jawab penjual gorengan itu sambil tertawa penuh kepahitan. Continue reading

Surat Terbuka untuk Pak Harto dan Keluarga

Pak Harto yang budiman,

Saya tergerak untuk menulis surat terbuka ini kepada anda, karena beberapa alasan. Pertama, anda adalah seorang yang pernah menjadi pemimpin besar bangsa ini dengan segala jasa dan pengabdian yang sudah diberikan kepada bangsa ini. Sementara itu anda juga terus dituntut oleh kelompok masyarakat lain atas berbagai kebijakan anda yang mungkin sudah mengorbankan hak-hak mereka selama ini. Continue reading

Malari dan Kemandirian Bangsa

Hari ini kita memperingati terjadinya peristiwa kerusuhan di ibukota yang dikenal dengan nama Malari (Lima Belas Januari). Peristiwa ini memakan korban ekonomi dan politik. Tercatat 9 surat kabar di cabut SIUPnya, korban tewas 11 orang, 200 luka-luka, dan lebih dari 800 orang ditangkap. Continue reading

Lalu Lintas dan Wajah Kita

Dua minggu yang lalu, saya adalah orang yang tampak tolol dan bodoh di kerumuman orang  banyak.  Ketika di tengah lancarnya (atau sepinya) arus lalu lintas kota Jakarta, karena sebagian besar warga mudik ke kampung halaman, saya berhenti di suatu perempatan karena lampu merah. Rupanya mobil-mobil di belakang saya ingin terus melaju, namun tertahan oleh mobil saya yang berhenti karena lampu merah tersebut, sehingga mereka membunyikan klakson berkali-kali. Saya membuka kaca jendela mobil dan memberi kode dan menunjuk ke lampu lalu lintas yang masih merah. Continue reading

Menggugat Sekolah Unggulan 89 Milyar

Pemda DKI sedang membangun sekolah unggulan berfasilitas mewah senilai 89 milyar dengan dana APBD DKI Jakarta Sekolah tersebut direncanakan untuk dibangun di kawasan seluas 3.75 ha di cipayung. Sekolah yang rencananya memiliki fasilitas peralatan olah raga, mini stadion, kolam renang, laboratorium, dan ruang astronomi tersebut diperuntukan untuk anak-anak dengan intelegensia (IQ) tinggi. Salah satu alasan yang dikemukakan oleh Sutiyoso, calon presiden 2009, ini adalah Indonesia kekurangan sumber daya manusia yang unggul dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura. Continue reading

Antara PSSI, Nurdin Halid, dan Nilai Bangsa

Nurdin Halid, selaku ketua PSSI,  pernah mencanangkan target lolos di Olimpiade 2012 dan Piala Dunia 2014. Sebuah target yang prestisius, mengingat kondisi sepakbola indonesia yang terpuruk saat ini.  Membangun suatu kesebelasan nasional yang tangguh sungguh tidak mudah, komplek, dan perlu proses. Di dalam proses itu terkandung nilai-nilai yang menjadi semangat, ciri khas, dan identitas suatu bangsa. Karena itu kemajuan olah raga di suatu negara amat dekat dengan nilai-nilai yang menjadi acuan dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara. Continue reading

Tentang Perda Ketertiban Jakarta dan kemiskinan

Gubernur dan DPRD DKI Jakarta sudah menyetujui Perda Revisi tentang Ketertiban Masyarakat yang dianggap kontroversial oleh masyarakat. Tanggapan terhadap perda ini pun sangat beragam. Beberapa butir aturan dalam perda tersebut diantaranya: melarang masyarakat untuk memberi “derma” kepada pengemis jalanan dan larangan untuk membeli barang di pedagang kaki lima. Dalam larangan tersebut, juga termasuk sanksi bagi masyarakat yang melanggar perda tersebut. Continue reading