
(Piala Dunia 2026 dan Batas Kemampuan Data Analitik)
Oleh: Sigit Darmawan
Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan dimulai 12 Juni besok, muncul pertanyaan menarik: “Siapa yang dipilih algoritma untuk menjadi juara?”
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia bukan hanya panggung adu teknik, taktik, dan bakat individu. Ia juga menjadi arena pertarungan data, kecerdasan buatan, dan superkomputer.
Platform seperti Opta, StatsBomb, dan FBRef berlomba membaca peluang juara dunia masa depan. Ribuan pertandingan dianalisis. Jutaan data diproses. Puluhan ribu simulasi dijalankan.
Continue reading