Dua minggu yang lalu, saya adalah orang yang tampak tolol dan bodoh di kerumuman orang banyak. Ketika di tengah lancarnya (atau sepinya) arus lalu lintas kota Jakarta, karena sebagian besar warga mudik ke kampung halaman, saya berhenti di suatu perempatan karena lampu merah. Rupanya mobil-mobil di belakang saya ingin terus melaju, namun tertahan oleh mobil saya yang berhenti karena lampu merah tersebut, sehingga mereka membunyikan klakson berkali-kali. Saya membuka kaca jendela mobil dan memberi kode dan menunjuk ke lampu lalu lintas yang masih merah. Continue reading
SIGIT DARMAWAN
-
Postingan Terakhir
- Fenghuang: Kota Tua yang Tetap Hidup
- Wulong: Ketika Geografi Menjadi Aset Ekonomi
- Chongqing: Kota yang Mengubah Kompleksitas Menjadi Sistem
- URI: Mendidik Negarawan atau Mencetak Pejabat?
- QRIS: Warisan Perry Warjiyo dan Kompas Kedaulatan Digital Indonesia
- Jangan Terburu-Buru Membangun Aset. Bangun Kompetensinya Terlebih Dahulu.
- Merawat yang Terluka, Menjaga yang Merawat
- Merawat yang Terluka, Menjaga yang Merawat
- Merawat yang Terluka, Menjaga yang Merawat
- Merawat yang Terluka, Menjaga yang Merawat
Statistik Pengunjung
- 76,936 hits
Postingan Yang Banyak Dibaca Hari Ini
Arsip
-
Join 15 other subscribers
-
Komentar Terakhir