Dua minggu yang lalu, saya adalah orang yang tampak tolol dan bodoh di kerumuman orang banyak. Ketika di tengah lancarnya (atau sepinya) arus lalu lintas kota Jakarta, karena sebagian besar warga mudik ke kampung halaman, saya berhenti di suatu perempatan karena lampu merah. Rupanya mobil-mobil di belakang saya ingin terus melaju, namun tertahan oleh mobil saya yang berhenti karena lampu merah tersebut, sehingga mereka membunyikan klakson berkali-kali. Saya membuka kaca jendela mobil dan memberi kode dan menunjuk ke lampu lalu lintas yang masih merah. Continue reading
SIGIT DARMAWAN
-
Postingan Terakhir
- Ketika Robot Mulai Menari di Panggung Manusia
- Ketika Algoritma Salah Membaca Juara
- Ketika Trump Terbang ke Beijing: Trade War Sudah Usai, Kini Mulai Supply Chain War
- Dari AI ke ROI: Ketika Masa Depan Retail Indonesia Tidak Lagi Ditentukan oleh Toko, Tetapi oleh Algoritma
- Ketika Plastik Menjadi Risiko Bisnis
- Leadership in Polycrisis Era: Memimpin di Dunia yang Tidak Lagi Tunggal
- Politik Perdagangan dan Diplomasi: Ketika Rantai Pasok Menjadi Arena Kekuasaan
- Dari Knowledge Economy ke Intelligence Economy: Fenomena Universitas China Menutup Jurusan
- Selat Hormuz: Ketika Dunia Diguncang dari Sebuah Jalur Sempit
- Menguji Narasi Trade War 2.0: Apa yang Terjadi Setelah Tarif Trump Dibatalkan?
Statistik Pengunjung
- 76,088 hits
Postingan Yang Banyak Dibaca Hari Ini
Arsip
-
Join 14 other subscribers
-
Komentar Terakhir