Category Archives: Bisnis dan Ekonomi

URI: Mendidik Negarawan atau Mencetak Pejabat?

Five students working on a model of a sustainable city with wind turbines and solar panels in front of a research and innovation building

Oleh: Sigit Darmawan

Saya selalu ingin percaya bahwa lahirnya sebuah universitas adalah kabar baik.

Sebagai orang yang terjun di bidang edukasi dan pelatihan, saya meyakini bahwa setiap kampus baru seharusnya membuka cakrawala. Memperluas pengetahuan. Melahirkan ilmuwan, profesional, pemikir, dan pemimpin yang lebih baik.

Karena itu, gagasan mendirikan Universitas Republik Indonesia atau URI patut disambut dengan pikiran terbuka. Pemerintah menyebut URI akan berfokus pada sains, teknologi, teknik, matematika, kesehatan, dan kedokteran. URI juga diarahkan untuk mempersiapkan calon pemimpin pemerintahan dan badan usaha negara.

Niatnya besar. Namun justru karena niatnya besar, pertanyaan saya juga tidak boleh kecil.

Continue reading →

QRIS: Warisan Perry Warjiyo dan Kompas Kedaulatan Digital Indonesia

Customer scanning QRIS code with smartphone for payment at fruit market stall
QRIS untuk Transaksi Perdagangan sehari-hari

Oleh: Sigit Darmawan

Saya pernah beberapa kali berjumpa dengan Bapak Perry Warjiyo dalam agenda Kafegama maupun Kagama MBA. Baik forum seminar maupun meeting-meeting kepengurusan organisasi. Dalam forum-forum itu, saya mendengar langsung gagasannya mengenai ekonomi Indonesia, stabilitas, dan perubahan sistem keuangan.

Ia berbicara sebagai ekonom. Namun yang terasa bukan hanya angka.

Di balik istilah pertumbuhan, inflasi, suku bunga, dan stabilitas rupiah, selalu ada upaya menjelaskan arah: ke mana perekonomian bergerak dan fondasi apa yang perlu dibangun agar Indonesia tidak sekadar menjadi penonton dalam perubahan global.

Continue reading →

Jangan Terburu-Buru Membangun Aset. Bangun Kompetensinya Terlebih Dahulu.

Oleh: Sigit Darmawan

“Kalau green hydrogen belum menghasilkan keuntungan, mengapa harus mulai berinvestasi sekarang?”

Pertanyaan itu muncul dalam salah satu sesi Leadership Development Program: Global Exposure tentangTransisi Energi yang dikelola oleh LAPI ITB. Dari 15 kelas tentang Transisi Energi yang telah saya fasilitasi dalam periode 7 bulan terakhir, dan telah diikuti hampir lebih dari 500 para manajer perusahaan energi negara dari beragam fungsi dan lokasi, baru ada pertanyaan tajam tentang arah investasi perusahaan.

Bagi saya, pertanyaan itu bukan sekadar diskusi tentang green hydrogen. Pertanyaan itu sesungguhnya menggambarkan dilema yang sedang dihadapi hampir semua organisasi di dunia.

Continue reading →

Pelajaran Cape Verde: Mengapa Organisasi Kecil Kini Semakin Sulit Dikalahkan

Oleh: Sigit B. Darmawan

Cape Verde kalah. Tetapi tidak tunduk.

Saya selalu tertarik pada cerita seperti ini. Bukan semata karena sepak bolanya, tetapi karena ada pelajaran di dalamnya. Dalam pengalaman mendampingi tim kecil yang ingin berkembang, saya sering melihat pola yang sama: yang kecil kerap lebih lapar, lebih dekat dengan masalah, dan lebih cepat bergerak. Mereka mungkin tidak selalu menang. Tetapi mereka sering membuat yang besar kehilangan kenyamanan.

Argentina menang 3-2 lewat perpanjangan waktu. Tetapi pertandingan itu meninggalkan catatan yang lebih panjang daripada sekadar skor. Cape Verde, negara kecil dan debutan Piala Dunia, membuat Argentina bekerja sampai batas saraf terakhirnya. Mereka dua kali bangkit setelah tertinggal dan baru menyerah setelah gol bunuh diri pada menit ke-111.

Continue reading →

Koperasi Desa Merah Putih dan Ritel Modern: Bertarung atau Berkolaborasi?

Oleh: Sigit Darmawan

Ketika Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai dibicarakan bersamaan dengan nama besar Indomaret dan Alfamart, kegelisahan masyarakat bisnis segera muncul.

Apakah koperasi desa akan berhadapan dengan ritel modern?
Apakah Indomaret dan Alfamart harus dibatasi agar koperasi desa tumbuh?
Ataukah justru keduanya dapat bekerja sama untuk memperkuat ekonomi desa?

Pertanyaan ini bukan hanya sekadar teknis. Soal izin toko, zonasi usaha, distribusi barang, dan persaingan harga. Tetapi di baliknya ada pertanyaan yang jauh lebih penting: ekonomi desa hendak dibangun dengan cara apa?
Apakah desa akan terus menjadi pasar bagi kekuatan ekonomi dari luar? Ataukah desa mulai menjadi pelaku yang memiliki daya tawar dalam rantai nilai nasional?

Di sinilah KDMP perlu sekali lagi disikapi dengan pikiran yang lebih jernih.

Continue reading →

Siapa yang Menang dari Damai AS-Iran? Jawabannya: China

Oleh: Sigit Darmawan

Setiap perang selalu menyisakan pertanyaan klasik: siapa yang kalah, siapa yang menang?

Tetapi dalam perang modern, jawabannya jarang sederhana.

Kemenangan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang menembakkan rudal terakhir. Tidak selalu oleh siapa yang menandatangani kesepakatan damai. Tidak juga semata-mata oleh siapa yang paling keras berbicara tentang kedaulatan, keamanan, atau stabilitas kawasan.

Dalam konflik AS–Iran yang mengguncang Selat Hormuz sejak akhir Februari 2026, kemenangan justru dibaca dari arah yang lebih tersembunyi: aliran kapal tanker, cadangan minyak, sistem pembayaran, dan kemampuan sebuah negara menjaga rantai pasok energinya saat dunia sedang panik.

Continue reading →

MBG dan Luka Kepercayaan Publik



Oleh: Sigit Darmawan

Saya ingin memulai tulisan ini dengan pengakuan yang sederhana.

Saya mendukung gagasan dasar Makan Bergizi Gratis.

Sulit bagi saya untuk menolak sebuah kebijakan yang ingin memastikan anak-anak Indonesia tidak belajar dalam keadaan lapar. Sulit bagi saya untuk tidak tersentuh oleh cita-cita bahwa ibu hamil, balita, dan anak sekolah dari keluarga rentan mendapat perhatian lebih serius dari negara.

Sebagai orang yang belakangan sering berdiri di ruang kelas, memfasilitasi berbagai pelatihan, dan melihat betapa besar pengaruh kesiapan fisik terhadap kesiapan berpikir, saya percaya satu hal: tidak ada pembelajaran yang kokoh di atas tubuh yang lapar.

Continue reading →

Piala Dunia 2026: Ketika Algoritma Sudah Memilih Juaranya

Two analysts discussing FIFA World Cup 2026 predictions using digital data and stadium model


(Piala Dunia 2026 dan Batas Kemampuan Data Analitik)

Oleh: Sigit Darmawan

Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan dimulai 12 Juni besok, muncul pertanyaan menarik: “Siapa yang dipilih algoritma untuk menjadi juara?”

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia bukan hanya panggung adu teknik, taktik, dan bakat individu. Ia juga menjadi arena pertarungan data, kecerdasan buatan, dan superkomputer.

Platform seperti Opta, StatsBomb, dan FBRef berlomba membaca peluang juara dunia masa depan. Ribuan pertandingan dianalisis. Jutaan data diproses. Puluhan ribu simulasi dijalankan.

Continue reading →