Keadilan atau Formalitas: Belajar dari Hakim Caprio



Oleh: Sigit Darmawan

I.
20 Agustus 2025 dunia hukum berduka. Frank Caprio, hakim kota kecil Providence, Rhode Island, meninggal pada usia 88 tahun setelah melawan kanker pankreas. Sosok sederhana ini dikenal lewat acara televisi Caught in Providence. Dari ruang sidang kecil, namanya mendunia.

Caught in Providence pertama kali tayang tahun 2000. Popularitasnya melonjak ketika klip-klip persidangannya di unggah ke youtube di 2015. Cuplikan-cuplikan video persidangannya yang viral telah dilihat jutaan orang di seluruh dunia. Caught in Providence resmi diangkat dalam jaringan sindikasi TV Nasional Amerika dan menjangkau jutaan orang setiap minggunya.

Continue reading →

Data vs Intuisi: Pelajaran dari Premier League untuk Bisnis dan Organisasi



(Menyambut Pembukaan Liga Primer Inggris)

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Ketepatan Angka, Kecepatan Strategi

Premier League bukan sekadar liga dengan nilai komersial tertinggi di dunia. Ia adalah ajang unjuk kecerdasan, teknologi, dan kepemimpinan. Di balik sorak penonton dan sorotan kamera, berlangsung pertarungan yang tak tampak— pertarungan data.

Musim 2025/2026 tidak hanya ditentukan oleh kecepatan atau taktik. Tapi juga oleh kemampuan klub membaca metrik dan menangkap momentum—dua hal krusial, namun kerap tidak seiring.

Continue reading →

[Paradox AI] Generasi yang Berbicara dengan Mesin: Risiko Kesehatan Mental di Era AI

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Dua pekan ini, linimasa Tiktok dipenuhi satu nama: Kendra Hilty.

Ia bukan selebritas, bukan tokoh publik. Namun di Tiktok jutaan orang sedang membicarakannya. Kisahnya membuat banyak orang memikirkan kembali batas antara manusia dan teknologi.

Kendra adalah seorang life coach sekaligus advokat bagi mereka yang hidup dengan ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder)—gangguan perkembangan otak yang membuat seseorang sulit fokus, hiperaktif, dan impulsif.

Continue reading →

Mewarisi Kekayaan atau Mewarisi Peluang? Menelisik Sumber Kekayaan Para Miliarder Dunia

Oleh: Sigit Darmawan

Apakah kekayaan luar biasa para miliarder dunia lahir dari kerja keras? Ataukah sekadar keberuntungan lahir di keluarga yang tepat? Pertanyaan ini kerap terdengar klise bagi kita.

Namun, laporan Forbes edisi Juni 2025 memberi kita alasan untuk berpikir ulang. Data Forbes : Self-Made vs. Inherited Wealth, memperlihatkan bahwa 67,05% miliarder dunia merintis kekayaannya sendiri. Sementara 32,95% lainnya adalah pewaris kekayaan lintas generasi—baik melalui keluarga, kongsi usaha, maupun aset warisan.

Continue reading →

Paradox AI #2: Saat Mesin Memecat dan Membuka Peluang

gambar dari foley.com

Oleh Sigit Darmawan

Sepanjang 2024 hingga pertengahan 2025, kita menyaksikan fenomena ganjil. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi secara masif di sektor teknologi. Namun, di saat yang sama, lowongan pekerjaan baru di bidang kecerdasan buatan (AI) justru melonjak.

Di balik krisis kerja ini, muncul peluang karier baru. Peluang itu sebelumnya tidak dikenal. Inilah ironi besar. Layak disebut sebagai Paradoks AI.

Gelombang pertama PHK digital disebabkan oleh otomatisasi proses produksi. Itu terjadi pada era revolusi industri keempat. Kini, gelombang terbaru dipicu oleh adopsi luas sistem AI generatif.

Continue reading →

Obituari Kwik Kian Gie: Suara Nurani yang Tak Pernah Padam

Oleh: Sigit Darmawan

Pada Senin malam, 28 Juli 2025, Indonesia kehilangan salah satu sosok penjaga nurani bangsa. Kwik Kian Gie, ekonom yang tajam dan pemikir independen, tutup usia di umur 90 tahun. Ia bukan semata mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri atau Kepala Bappenas.

Bagi banyak dari kita, khususnya generasi yang besar di masa peralihan reformasi, Kwik adalah suara akal sehat yang tak lelah mengingatkan bahwa ekonomi bukan hanya urusan angka, melainkan persoalan keadilan bagi manusia.

Continue reading →

AI Paradox #1: AI dan Gelombang Pemutusan Kerja Baru

Oleh: Sigit Darmawan

Kecerdasan buatan (AI) sedang tumbuh secara eksponensial. Teknologi ini tidak hanya mengubah pola konsumsi digital. AI kini juga mulai menyusun ulang lanskap ketenagakerjaan global.

Sejak awal 2024 hingga pertengahan 2025, ribuan pekerja dari berbagai perusahaan teknologi besar kehilangan pekerjaan. Bukan karena krisis keuangan, tetapi akibat efisiensi sistem yang digerakkan oleh AI.

Continue reading →

SORE: Waktu Tak Bisa Diulang, Tapi Bisa Ditebus

(Refleksi tentang sinema, hidup, dan harapan yang belum terlambat)

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Saya tidak punya ekspektasi tinggi saat memutuskan bersama keluarga untuk menonton film “Sore: Istri dari Masa Depan” akhir pekan lalu. Tetapi saya tidak menyangka, film ini memang menarik, mengesankan, dan menggugah banyak pertanyaan bagi saya.

Disutradarai oleh Yandy Laurems, film ini mengangkat cerita fiksi lintas waktu. Namun film ini tidak terperangkap dalam lubang romansa yang klise atau efek visual digital yang memikat. Justru, ia hadir dengan kesederhanaan namun realitas hidup.

Continue reading →