Category Archives: Refleksi

JEMBATAN

Oleh: Sigit Darmawan

I will be your bridge over deep water if you trust in me“.

I.
Sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Rev Claude Jeter, seorang penyanyi Gospel dari kwartet “Silverstone“, telah menginspirasi Paul Simon untuk menulis lagu “Bridge Over Troubled Water“.

Lagu ini adalah refleksi persahabatan Simon dan Jeter. Liriknya memotret nilai-nilai pengorbanan, kasih, dan kepedulian. Meski berangkat dari realitas keputusasaan manusia, lagu ini mengingatkan bahwa kita tidak diciptakan untuk menjalani hidup seorang diri. Kita butuh jembatan– sebuah penopang di tengah derasnya arus kehidupan.

Religiositas lagu ini telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tidak heran, lagu ini menjadi lagu populer sepanjang masa dan menyabet penghargaan 8 platinum.

Continue reading

Mary, Sang Perempuan Iman: Refleksi dari Layar Netflix 2024

Oleh: Sigit Darmawan

(Catatan Kecil dari Film Mary)

Netflix baru saja meluncurkan sebuah film barunya yang berjudul Mary di penghujung tahun 2024. Saya berkesempatan menonton film ini beberapa hari lalu. Film ini disutradarai oleh D.J. Caruso dan ditulis oleh Timothy Michael Hayes. Dalam proses produksinya, film ini disebut melibatkan beberapa produser terkenal.

Film ini menggambarkan kisah Maria, ibu Yesus, dengan perspektif yang manusiawi, penuh perasaan, dan menawarkan pendekatan berbeda dari sekadar kisah Alkitab yang selama ini kita kenal.

Film Mary bukan hanya bicara tentang Maria sebagai sosok kudus yang sering dilukiskan dalam ikon-ikon gereja. Netflix mencoba untuk menghadirkan sebuah realitas kehidupan seorang perempuan muda di tengah tradisi Yahudi kuno. Dari sejak kelahiran sampai masa mudanya ketika panggilan Ilahi itu datang.

Continue reading

Joker dan Dunia Pelayanan: Menavigasi Kekacauan dengan Tujuan yang Jelas

Oleh: Sigit Darmawan

“The only sensible way to live in this world is without rules.” – Joker, The Dark Knight

Joker selalu muncul sebagai simbol kekacauan. Dia adalah antitesis dari keteraturan dan kedamaian. Seseorang yang bergerak tanpa rencana yang jelas, atau setidaknya tampak begitu.

Ironisnya, justru dari Joker, kita bisa belajar banyak tentang pentingnya kejelasan tujuan dalam dunia pelayanan.

Tawanya menggema di kegelapan kota Gotham. Mengapa Joker bertindak seperti itu? Jawabannya adalah kekosongan tujuan. Joker adalah cerminan seseorang yang terjebak dalam lingkaran keputusasaan. Dia melihat dunia sebagai tempat yang tidak masuk akal. Tanpa visi dan arah. Dia mengabaikan sistem dan tatanan, dan membiarkan kekacauan menjadi pemandu.

Continue reading

Reverse Mentoring dalam Pelayanan Kristen: Belajar dari yang Muda, Bertumbuh Bersama yang Tua (2)



Oleh: Sigit B. Darmawan


I.
Dalam dunia pelayanan Kristen, relasi antargenerasi sering kali dipahami sebagai hubungan satu arah—yang tua mengajar, yang muda mendengar. Namun jika direnungkan kembali, peran generasi muda dan tua dalam karya Allah sejatinya bisa berjalan dua arah.

Konsep reverse mentoring, yakni ketika orang muda membimbing yang lebih tua, menawarkan pendekatan baru yang berlandaskan kasih dan semangat saling belajar. Dalam praktik ini, baik mentor muda maupun mentee yang lebih tua dipanggil untuk memiliki kerendahan hati.

Continue reading

Belajar dari yang Muda: Seni Mendengar dan Bertumbuh di Era Reverse Mentoring (1)

Oleh: Sigit Darmawan


I.

Ada satu fenomena yang mungkin terdengar asing bagi mereka yang terbiasa dengan pola hierarki tradisional: reverse mentoring. Ini adalah konsep di mana individu muda membimbing mereka yang lebih tua; karyawan junior berbagi wawasan kepada senior; dan pegawai baru membantu manajer berpengalaman memahami dunia kerja yang telah berubah cepat.

Continue reading

Gereja dan Isu Kesehatan Mental Keluarga

Oleh: Sigit Budi Darmawan *)

“What mental health needs is more sunlight, more candor, and more unashamed conversation.” – Glenn Close, American Actress

Gangguan Kesehatan Mental (mental illness) saat ini menjadi masalah kesehatan global yang secara signifikan  mempengaruhi orang-orang dari segala usia dan latar belakang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO – World Health Organization) dalam Mental Health Report 2022 memperkirakan bahwa lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia menderita gangguan kesehatan mental (GKM). Depresi dan kecemasan menjadi GKM yang paling umum. Di hampir semua negara, sekitar 1 dari 8 orang hidup dengan gangguan kesehatan mental. Secara global ada 20 percobaan bunuh diri untuk 1 kasus kematian dan menjadi penyebab utama kematian di kalangan anak-anak muda. Secara global 1 dari 7 anak remaja berusia 10-19 tahun menggalami gangguan kesehatan mental, namun sebagian besar masih belum dikenal dan tidak diobati. Masa remaja adalah masa yang unik dan formatif. Perubahan fisik, emosional, dan sosial, termasuk paparan kemiskinan, pelecehan, atau kekerasan, dapat membuat remaja rentan terhadap masalah kesehatan mental.

Continue reading

Peziarahan Iman

I.
Piscine Molitor  atau Pi berusaha mencari jati diri dan pewujudan Tuhan sejak masih belia. Pi belajar mendalami banyak agama dan selalu bertanya tentang keberadaan Tuhan. Namun Pi tidak juga memutuskan untuk menganut suatu agama. Ia meminta diri dibaptis, selalu berdoa sebelum makan, namun sekaligus juga melakukan sholat lima waktu. Ia terus melakukan pencarian akan kewujudan Tuhan itu dengan bertanya dan mencoba.

Peziarahan imannya menuntunnya kepada sebuah pengembaraan di laut selama 227 hari bersama seekor harimau Bengal yang bernama Richard Parker, ketika perahu yang ditumpanginya bersama keluarga tenggelam diterjang badai laut. Hanya tersisa dirinya dan Parker.

Perjuangannya bertahan di laut bersama Parker merefleksikan pengembaraan imannya. Ia tidak menyalahkan Tuhan atas musibah itu, tetapi bertahan hidup tanpa putus asa, membangun komunikasi dengan Parker untuk saling menghargai dalam kesulitan hidup itu. Ia terus membangun harapan (iman) dan berjuang untuk bertahan meski  kemungkinannya sangat kecil.

Pengembaraan iman dan petulangan hidup seorang anak India tersebut terefleksi dalam film “Life of Pi”, yang diangkat dari novel yang menjadi best seller karya Yann Martel. Pi menemukan jejak-jejak kehadiran Tuhan dalam pengembaraan hidupnya yang sedemikian sulit itu. Continue reading

Integritas Seorang Ani

Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, menjadi pusat perhatian masyarakat dalam beberapa bulan terakhir ini. Sejak kasus Century dibahas dalam pansus DPR, Ani tersandera secara politis oleh parlemen yang menganggap Ani sebagai pejabat yang bertanggungjawab atas kebijakan talangan bank Centrury. Oleh parlemen kebijakan tersebut dianggap sebagai kebijakan yang bermasalah. Dan karenanya Ani harus menjalani proses pertangungjawaban secara politis dan hukum.

Publik mengenal Ani sebagai seorang professional yang diakui integritasnya, tegas dalam bersikap, dan seorang reformator birokrasi di depkeu. Integritas pribadinya membuat gentar orang-orang yang tidak suka kepentingannya diusik. Dan karenanya ada upaya untuk menyingkirkannya.

 Walaupun Ani belakangan mendapatkan dukungan dari publik, namun kekuatan dukungan tersebut belum mampu menopang “ketersingkiran”nya dari jabatannya. Cepat atau lambat, Ani akan tersingkir.

Continue reading