Selamat Untuk Obama

Barrack Hussein Obama telah dilantik menjadi presiden Amerika Serikat yang ke-44, sekaligus presiden AS pertama dari keturunan Afro-Amerika.  Pelantikan Obama sebagai presiden merupakan simbol pengakuan akan kesetaraan ras dan hak-hak manusia yang menginspirasi seluruh komunitas international. Bahwa manusia tidak bisa dinilai dari warna kulit, agama, keyakinan, maupun suku, namun dari kemampuan dan potensi dirinya. Dan Obama membuktikan itu, sekaligus merealisasikan mimpi dari Martin Luther King akan kesetaraan ras yang selalu menjadi persoalan besar di Amerika Serikat dalam beberapa dekade.

Ekspektasi masyarakat International terhadap Obama sangat tinggi, karena janji perubahan yang diusungnya untuk: menciptakan sebuah tatanan dunia yang baru dengan mereposisi wajah diplomasi Amerika yang semakin tidak disukai di tataran kehidupan global karena kebijakan-kebijakannya, menjadi sebuah “New America” yang lebih bersahabat. Wajarlah dunia berharap, karena Obama adalah sebuah simbol yang mewakili keberagaman internasional. Dilahirkan dari pasangan Kenya dan Amerika, pernah tinggal di Asia, dan memiliki nama tengah berbau timur tengah “Hussein”. Karena itu pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44 menyedot perhatian seluruh masyarakat dunia.

Slogan “Yes, We Can”  yang menjadi ikon perubahan yang diusungnya selama masa kampanye menjadi trendsetter dalam berbagai proses perubahan di segala bidang. Slogan ini memberikan inspirasi kepada masyarakat, bahwa segala sesuatu mungkin dilakukan, jika ada kebersamaan, kemauan, kerja keras, dan kepercayaan dimanapun dan di situasi apapun. Ya, Obama memang menjadi inspirator dunia saat ini. Selamat untuk Obama!

Kesetiaan Kepada Nurani

Ketika saya sedang membaca kembali cerita epos mahabarata-baratayudha, betapa tertegunnya saya ketika mendapati bahwa ada sisi-sisi kebaikan yang terlihat di dalam diri sebagian para kurawa. Namun kebaikan itu terbentur kepada skenario keserakahan mayoritas para Kurawa yang ingin menguasai kerajaan Hastinapura  dengan cara-cara yang tidak jujur, yang sejatinya bukan merupakan hak mereka.

Raden Yuyutsu adalah seorang Kurawa, anak Raja Drestarata, yang memiliki kepekaan nurani ketika kakaknya yang sulung, Duryudana sang Raja Hastinapura, bertindak culas kepada Pandawa dalam permainan dadu sehingga Pandawa terbuang dari kerajaan Hastinapura dan harus mengembara selama tiga belas tahun lamanya. Perasaannya terusik menyaksikan ketidakadilan yang dilakukan oleh saudara-saudaranya kepada para Pandawa,  yang adalah saudara mereka juga. Continue reading →

Adakah Kebaikan Dalam Diri Kurawa?

Jika kita mengenal cerita pewayangan, khususnya cerita Mahabarata dan Baratayudha, maka kita mengenal dua kelompok yang saling berseteru, berselisih, bersaing, dan akhirnya berperang dalam legenda perang besar di padang Kurusetra untuk memperebutkan kerajaan Hastinapura. Kedua kelompok manusia itu dikenal sebagai Kurawa dan Pandawa.

Pandawa selalu digambarkan sebagai kelompok ksatria berjumlah lima orang yang memiliki: budi pekerti , tatakrama, dan karakter yang luhur, serta berwatak ksatria, penuh tanggung jawab, tidak menindas dan tidak serakah. Walaupun dalam beberapa cerita pewayangan para ksatria Pandawa ini juga memiliki kelemahan dan keburukan–sehingga sering diingatkan oleh para Punakawan– namun cerita tentang kebaikan dan keluhuran budinya jauh lebih  kuat bergema dibanding kelemahannya.

Continue reading →

Pidato Kemenangan Obama

Pidato kemenangan obama yang memberikan inspirasi tentang kejayaan, kemenangan, dan keberhasilan selalu diperoleh dari sebuah perjuangan panjang yang tanpa kenal lelah.

————————————————————————————————————————–

Hello, Chicago.

If there is anyone out there who still doubts that America is a place where all things are possible, who still wonders if the dream of our founders is alive in our time, who still questions the power of our democracy, tonight is your answer.

It’s the answer told by lines that stretched around schools and churches in numbers this nation has never seen, by people who waited three hours and four hours, many for the first time in their lives, because they believed that this time must be different, that their voices could be that difference.

It’s the answer spoken by young and old, rich and poor, Democrat and Republican, black, white, Hispanic, Asian, Native American, gay, straight, disabled and not disabled, Americans who sent a message to the world that we have never been just a collection of individuals or a collection of red states and blue states. Continue reading →

Pidato “Kekalahan” Mc Cain

Inilah pidato “kekalahan” (baca: kemenangan) Mc Cain yang sangat indah dan menyentuh hati. Kebesaran jiwa dan kenegarawanan yang ditunjukkannya semoga memberikan inspirasi kepada kita dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.

——————————————————————————————————————-

Thank you. Thank you, my friends. Thank you for coming here on this beautiful Arizona evening.

My friends, we have – we have come to the end of a long journey. The American people have spoken, and they have spoken clearly.

A little while ago, I had the honor of calling Senator Barack Obama to congratulate him. Continue reading →

Kemiskinan, Pemiskinan, Dan Peran Jemaat

Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari  yang paling hina ini,kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (Matius 24:45)

Paradoks Kemiskinan

Dalam bukunya yang berjudul “Dibalik Kemiskinan dan Kemakmuran” (Beyond Poverty & Affluence), Bob Goudzwaard dan Harry de Lange mengemukakan beberapa paradoks menarik yang terjadi dalam pembangunan di dunia modern ini.

Pertama adalah paradoks kelangkaan. Pembangunan ekonomi sekarang ini merupakan paradoks antara kekayaan dan kelangkaan. Di tengah-tengah kekayaan ekonomi dunia terjadi kelangkaan yang diakibatkan oleh tidak terdistribusikannya kekayaan dan hasil-hasil proses ekonomi atau produksi secara adil dan merata. Ketika  produksi makanan melimpah di suatu tempat, di tempat lain terjadi kelangkaan bahan makanan dan kelaparan. Krisis bahan makanan dunia yang kita hadapi sekarang ini adalah sebuah gejala paradoksial pembangunan dunia. Continue reading →

SKB 3 Menteri Tentang Ahmadiyah

Pemerintah akhirnya mengeluarkan SKB 3 Menteri tentang Ahmadiyah. Memang SKB ini tidak membubarkan Ahmadiyah, namun melarang semua kegiatan Ahmadiyah dengan ancaman pelanggaran hukum karena penodaan agama. Dengan SKB ini negara telah masuk dalam ruang privat yang seharusnya tidak diurusi oleh negara, dan menggunakan sebuah UU untuk membelenggu kebebasan berkeyakinan dan beragama masyarakat yang seharusnya dilindungi oleh negara.

Inti dari SKB 3 menteri yang ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri,Menteri Agama, dan Jaksa Agung tersebut adalah pelarangan semua bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Ahmadiyah, dan larangan untuk tidak melakukan penodaan agama.  Sebuah keputusan yang berusaha mengakomodasi pihak-pihak yang bertikai tentang Ahmadiyah, namun tidak sejalan dengan semangat demokrasi yang menjunjung tinggi hak dan kebebasan warga dan memberikan perlindungan hukum secara adil bagi warganya. Continue reading →

Tragedi Monas dan Membangun Demokrasi

Insiden penyerangan massa Laskar Islam dan FPI (Front Pembela Islam) terhadap aksi damai dari AKKBB (Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) di Monas tanggal 1 Juni 2008 yang lalu merupakan sebuah pencideraan terhadap pluralitas dan demokrasi yang sedang kita bangun. Tindakan kekerasan dalam negara demokrasi adalah sebuah tindakan yang bertentangan dengan semangat demokrasi yang menjunjung tinggi pluralitas, perbedaan pendapat, penghargaan kepada hak-hak warga negara.

Tragedi ini terjadi akibat kegamangan pemerintah dalam menyikapi kasus Ahmadiyah yang tidak kunjung diselesaikan, padahal persoalannya sudah sedemikian jelas. Negara tidak memiliki hak untuk mengatur ruang privat masyarakat dalam menentukan keyakinan beragamanya. Negara hanya perlu mengatur supaya ekspresi keyakinan dan kehidupan beragama masyarakat tidak melanggar hukum yang berlaku. Continue reading →