Tag Archives: MBG

APBN sebagai Dokumen Kepercayaan Bangsa



Oleh: Sigit Darmawan

Saya bukan ekonom fiskal. Saya juga bukan orang yang sehari-hari bekerja di ruang penyusunan anggaran negara. Tetapi dalam banyak percakapan tentang transformasi organisasi, tata kelola, rantai pasok, risiko, dan masa depan institusi, saya semakin sering melihat satu hal: persoalan besar hampir selalu bermula dari cara kita membaca persoalan kecil.

Begitu pula APBN.

Di permukaan, ia tampak sebagai urusan angka. Berapa pendapatan negara. Berapa belanja negara. Berapa defisit. Berapa utang. Berapa subsidi. Berapa anggaran untuk program prioritas.

Continue reading →

MBG dan Luka Kepercayaan Publik



Oleh: Sigit Darmawan

Saya ingin memulai tulisan ini dengan pengakuan yang sederhana.

Saya mendukung gagasan dasar Makan Bergizi Gratis.

Sulit bagi saya untuk menolak sebuah kebijakan yang ingin memastikan anak-anak Indonesia tidak belajar dalam keadaan lapar. Sulit bagi saya untuk tidak tersentuh oleh cita-cita bahwa ibu hamil, balita, dan anak sekolah dari keluarga rentan mendapat perhatian lebih serius dari negara.

Sebagai orang yang belakangan sering berdiri di ruang kelas, memfasilitasi berbagai pelatihan, dan melihat betapa besar pengaruh kesiapan fisik terhadap kesiapan berpikir, saya percaya satu hal: tidak ada pembelajaran yang kokoh di atas tubuh yang lapar.

Continue reading →