Category Archives: Refleksi

Melihat yang Kita Miliki: Pendekatan Baru Mengubah Organisasi Lewat Appreciative Inquiry

Oleh: Sigit Darmawan

Dua orang berdiri di ujung tebing. Yang satu menatap gunungan hasil kerja keras, tersenyum sambil berkata, “Lihat apa yang sudah kita capai!” (Asset Based).
Yang lain menunjuk ke seberang, ke lubang kosong, sambil mengeluh, “Kita belum punya ini dan itu.” (Deficit Focused)

I.
Dua sudut pandang berbeda. Dua cara mengelola perubahan. Dan hasilnya bisa sangat berbeda.

Jumat 13 Juni 2025 lalu saya menghadiri peluncuran buku “Manajemen Strategis: Model Roket ST” yang ditulis oleh kawan saya, Dr. Sigit Triyono, Sekum LAI di gedung LAI. Buku itu ditulis sebagai panduan bagaimana organisasi nirlaba menyusun peta jalan perubahan yang komprehensif, tetap bertahan, serta berkembang dalam berbagai tantangan jaman dan multi krisis.

Continue reading

Jesus Revolution: Kebangkitan Rohani atau Euforia Sesaat?

Oleh: Sigit Darmawan

Beberapa bulan terakhir, reel IG saya dipenuhi video anak-anak muda di kota-kota Eropa yang bernyanyi lagu spiritual di ruang-ruang publik: Roma, Paris, London, Dublin, Amsterdam. Mereka menggelar Jesus March. Berjalan sembari memuji Tuhan, berdoa, dan memberikan kesaksian iman mereka.

Fenomena ini sudah muncul di 5 tahun terakhir: Jesus Revolution(JR). Aktivitas yang mengusung semangat penginjilan terbuka, penyembahan terbuka, dan (sering) disertai “pertobatan” dan pembaptisan.

Continue reading

Creative Minority: Kekuatan Kecil yang Mengubah

Oleh: Sigit Darmawan

“The creative minority are the agents of change in any civilization, and it is they who give the culture its direction.”
— Arnold J. Toynbee, A Study of History

I..
Maret lalu, saya diminta berbicara di sebuah diskusi pembinaan staf dan alumni Perkantas Jawa Barat. Kami membahas tagar yang ramai di medsos: #IndonesiaGelap dan #KaburAjaDulu. Isunya adalah soal harapan dan realitas bangsa hari ini. Dari diskusi itu, saya ingin mengangkat salah satu tema kecil untuk dituliskan disini: creative minority (minoritas kreatif). Sebuah istilah yang diangkat oleh Arnold J. Toynbee dalam bukunya “A Study of History”.

Continue reading

The Last Supper: Menyelami Makna Pengkhianatan

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Apa yang bisa kita bayangkan di malam yang hening, tiga belas orang duduk di sebuah ruangan dengan membawa beban masing-masing? Mereka tidak hanya berbagi roti dan anggur, tetapi juga kecemasan, pengkhianatan, janji, dan pengajaran yang tak sepenuhnya mereka pahami.

The Last Supper(2025) coba menangkap kembali salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Kekristenan. Disutradarai oleh Mauro Borrelli, film ini membawa suasana yang lebih intim dari Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya.

Continue reading

Conclave: Ketika Kardinal Berpolitik di Takhta Suci (1)

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Apa yang terjadi ketika para kardinal Gereja Katolik berkumpul dalam sebuah pertemuan tertutup untuk memilih pemimpin tertinggi mereka? Akhir pekan ini saya punya kesempatan untuk menonton Film Conclave yang baru tayang. Film ini mengungkap intrik, ambisi, dan dinamika kepemimpinan yang jarang terlihat oleh publik dalam penentuan pemimpin tertinggi gereja.

Continue reading

Conclave dan Kepemimpinan Indonesia: Politik, Kompromi, dan Realitas Kekuasaan (2)

Oleh: Sigit Darmawan

I.
Film Conclave adalah cerminan bagaimana kepemimpinan dipilih dalam sebuah sistem “politik” di mana berbagai kepentingan bertarung. Jika kita tarik ke dalam konteks Indonesia, pemilihan pemimpin di negara ini memiliki banyak kemiripan dengan apa yang terjadi di dalam Conclave. Politik bukan hanya soal siapa yang paling cerdas, tranformatif, atau visioner. Tetapi tentang siapa yang paling bisa diterima oleh berbagai pihak demi menjaga keseimbangan kekuasaan dan kepentingan.

Continue reading

Good Side of Bad – Bertahan dan Hidup dengan Produktif (1)

oleh: Sigit Darmawan

I.
Di dalam keluarga, kita selalu berpikir bahwa kasih sayang adalah lem yang bisa merekatkan segalanya. Tapi bagaimana jika yang dihadapi adalah sesuatu yang tak terlihat? Sesuatu yang bahkan dirinya sendiri tak bisa lawan?

Continue reading

Good Side of Bad: Cahaya di Tengah Gelap (2)

oleh: Sigit Darmawan

I.
Ketika badai kehidupan menghantam, ke mana kita berpaling? Ketika orang yang kita kasihi berjuang dengan kesehatan mentalnya—terjebak dalam kecemasan, depresi, atau bahkan gangguan yang lebih berat—apa yang bisa kita lakukan?

Continue reading