Ketika Tesla Roadster Menantang Gravitasi: Inovasi atau Sekadar Pertunjukan?

Oleh: Sigit Darmawan

Selama lebih dari satu abad, industri otomotif berlomba membuat mobil yang lebih cepat, lebih nyaman, lebih aman, dan lebih hemat energi.

Elon Musk tampaknya tidak puas dengan itu.

Ia ingin membuat mobil yang tidak lagi sepenuhnya dibatasi oleh kemampuan kendaraan konvensional. Mobil yang bisa melompat, bermanuver di udara, bahkan melaju terbalik melawan gravitasi.

Kedengarannya seperti adegan film fiksi ilmiah.

Tetapi itulah yang diperlihatkan Tesla dalam demonstrasi terbaru Tesla Roadster pada 15 Oktober 2026 di fasilitas pengujian SpaceX, Texas, Amerika Serikat.

Continue reading →

Licence to Operate: Pelajaran dari Data Center Jatiluhur

Oleh: Sigit Darmawan

Ada pelajaran bisnis yang menarik dari penghentian sementara pembangunan pusat data berbasis AI di kawasan Jatiluhur, Jawa Barat.

Proyeknya bukan investasi kecil. BDx Data Centers merencanakan kampus pusat data dengan kapasitas teknologi informasi hingga 640 MW. Di tengah pertumbuhan AI, cloud computing, dan ekonomi digital, investasi sebesar ini tentu memiliki daya tarik strategis. Indonesia membutuhkan pusat data. Perusahaan membutuhkan kapasitas komputasi. Ekonomi digital membutuhkan infrastruktur.

Namun beberapa hari setelah groundbreaking, pembangunan proyek tersebut dihentikan sementara oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena proses AMDAL dan Persetujuan Bangunan Gedung belum selesai.

Continue reading →

Ketika Semua Orang Bersujud, Adakah Kita Tetap Berdiri?

Oleh: Sigit Darmawan

Seorang pengembara sedang menuju Yerusalem. Di dekat api unggun, ia menceritakan kisah tentang Daniel—pemuda Yehuda yang hidup sebagai orang buangan di pusat kekuasaan Babilonia.

Baru di akhir cerita saya memahami bahwa sang pengembara itu adalah salah seorang dari orang-orang Majus yang sedang menuju Betlehem. Sebuah pilihan kreatif yang menarik: kisah iman di Babilonia dibawa melintasi ratusan tahun menuju kelahiran Kristus.

Continue reading →

Pendidikan Gratis sampai Perguruan Tinggi: Mimpi Besar, Ujian Besar bagi APBN

Oleh: Sigit Darmawan

Ada satu bagian dari pidato Presiden Prabowo Subianto beberapa hari lalu yang membuat saya berhenti sejenak.

Pada 18 September 2026, Presiden menyatakan bahwa biaya pendidikan negeri dari SD, SMP, SMA hingga universitas negeri harus gratis. Presiden juga mengatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas bagaimana gagasan itu dapat diwujudkan.

Continue reading →

APBN sebagai Dokumen Kepercayaan Bangsa



Oleh: Sigit Darmawan

Saya bukan ekonom fiskal. Saya juga bukan orang yang sehari-hari bekerja di ruang penyusunan anggaran negara. Tetapi dalam banyak percakapan tentang transformasi organisasi, tata kelola, rantai pasok, risiko, dan masa depan institusi, saya semakin sering melihat satu hal: persoalan besar hampir selalu bermula dari cara kita membaca persoalan kecil.

Begitu pula APBN.

Di permukaan, ia tampak sebagai urusan angka. Berapa pendapatan negara. Berapa belanja negara. Berapa defisit. Berapa utang. Berapa subsidi. Berapa anggaran untuk program prioritas.

Continue reading →

Kalimantan dalam Kepungan Api: Hutan Sebagai Cermin Peradaban Kita


Oleh: Sigit Darmawan

Ada kegelisahan yang muncul setiap kali saya membaca berita tentang kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Kegelisahan itu bukan hanya karena angka titik panas terus naik. Bukan hanya karena asap kembali menutup langit. Tetapi karena setiap peristiwa karhutla selalu membawa saya pada pertanyaan yang lebih jauh: mengapa bangsa yang begitu kaya hutan, air, tanah, dan pengetahuan masih berulang kali kalah oleh api?

Sebagai orang yang banyak bergelut dengan isu transformasi organisasi, rantai pasok, tata kelola, dan industri, saya sering melihat satu pola yang sama. Banyak persoalan besar mula-mula dianggap sebagai urusan teknis. Seolah-olah cukup diselesaikan dengan prosedur, alat, anggaran, dan rapat koordinasi.

Continue reading →

China: Ketika Pembangunan Menjadi Sebuah Sistem

(Catatan Penutup tentang Kota-kota di China — Bagian Terakhir)

Oleh: Sigit Darmawan

Perjalanan ini berakhir di Changsha.

Tentu perjalanan yang singkat seperti ini tidak cukup untuk menjelaskan negara sebesar China. Sejak awal, catatan-catatan ini juga bukan dimaksudkan sebagai kesimpulan tentang China.

Saya hanya mencoba membacanya dari dekat–melalui kota, perjalanan darat, ruang publik, destinasi wisata, teknologi sehari-hari, dan bagaimana masyarakat menggunakan semuanya.

Namun setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lain, saya tidak lagi bertanya: Apa yang mereka bangun?

Continue reading →

China: Domestic First, World Class

(Catatan Ringan tentang Kota-kota di China — Bagian Kelima)

Oleh: SigitDarmawan

Perjalanan dari Zhangjiajie menuju Changsha membawa saya melewati Changde dan Yiyang.

Kali ini tidak ada destinasi wisata khusus yang kami kunjungi. Sebagian besar waktu dihabiskan di jalan—melewati jalan raya, jalan tol, jembatan, terowongan, kawasan permukiman, kota-kota kecil, hingga pusat kota.

Justru perjalanan seperti ini memberi perspektif yang berbeda.

Continue reading →